Sabtu, 09 November 2013

DENJAKA VS KOPASSUS



Denjaka






 VS
Kopassus
Teman kali ini saya mau posting masalah ABK kita nih yang ditawan sama perompak somalia, kira kira siapa yah yang bakal diturunkan oleh presiden kita kalo melakukan instasi MILITER, wah kapan lagi ada kesempatan kaya gini militer kita untuk menyelamatkan anak bangsa dari perompak..

Motto:

DENJAKA : KAMI BUKAN HEBAT, TETAPI KAMI PRAJURIT YANG TERLATIH 
KOPASSUS : BERANI — BENAR — BERHASIL
 silakan di cek mabroo profil selengkapnya DENJAKA dan KOPASSUS!!!!!

Denjaka :

Menelusuri sejarah Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), bermula pada 4
Nopember 1982, ketika KSAL membentuk organisasi tugas dengan nama
Pasukan Khusus AL (Pasusla). Keberadaan Pasusla didesak oleh kebutuhan
akan adanya pasukan khusus TNI AL guna menanggulangi segala bentuk
ancaman aspek laut. Seperti terorisme, sabotase, dan ancaman lainnya.
Pada tahap pertama, direkrut 70 personel dari Intai Amfibi (Taifib) dan
Pasukan Katak (Paska). Komando dan pengendalian pembinaan di bawah
Panglima Armada Barat dengan asistensi Komandan Korps Marinir. KSAL
bertindak selaku pengendali operasional. Markas ditetapkan di Mako
Armabar.

Melihat perkembangan dan kebutuhan satuan khusus ini, KSAL menyurati

Panglima TNI yang isinya berkisar keinginan membentuk Detasemen Jala
Mangkara. Panglima ABRI menyetujui dan sejak itu (13-11-1984), Denjaka
menjadi satuan Antiteror Aspek Laut. Merunut keputusan KSAL, Denjaka
adalah komando pelaksana Kormar yang mempunyai tugas pokok melaksanakan
pembinaan kemampuan dan kekuatan dalam rangka melaksanakan operasi
antiteror, antisabotase, dan klandesten aspek laut atas perintah
Panglima TNI.

Pola rekrutmen Denjaka dimulai sejak pendidikan para dan komando.

Selangkah sebelum masuk ke Denjaka, prajurit terpilih mesti sudah
berkualifikasi Intai Amfibi. Dalam menjalankan aksinya, satuan khusus
ini dapat digerakkan menuju sasaran baik lewat permukaan/bawah laut
maupun lewat udara. TNI AL masih memiliki satu pasukan khusus lagi,
yaitu Komando Pasukan Katak (Kopaska). Kedua satuan pernah beberapa
kali melakukan latihan gabungan dengan US Navy SEAL.

Persenjataan: 
Untuk mendukung operasi personel Denjaka dibekali antara lain
submachine gun MP5, senapan mesin ringan Minimi 5.56 mm, serta pistol
Beretta dan SIG Sauer 9 mm.



Senjata Terbaru Denjaka
Senapan Mesin minimi 5,56mm


Denjaka



Miltary DEN JAKA


Miltary


Kopaska



Kopaska













KOPASSUS :  

Dibawah ini saya mencoba untuk sedikit menyampaikan beberapa hal mengenai tentara kebanggaan TNI AD / ABRI yang bernama kopassus. Saya berusaha menjauhi informasi formal yang sudah sering kita baca di koran-koran, apa yang ada ini lebih berupa “inside Kopassus”
Motto : BERANI — BENAR — BERHASIL

Kilasan Sejarah Kopassus dibentuk oleh Kolonel E Kawilarang yang waktu menjabat Sebagai Panglima TT III / Tentara Teritorium siliwangi. Ia memanggil seorang bekas tentara KNIL yang memilih menjadi WNI, ketika terjadi perang DI/TII,namanya Mayor Ijon Jambi (orang Belanda, Nama aslinya RB Visser).

Kopassus diresmikan oleh AH Nasution pada waktu itu dan hanya 6 bulan berada dibawah TT III Siliwangi sebelum akhirnya dimabil alih oleh AD. Baretnyapun berwarna merah, karena memang mengambil alih konsep pasukan Belanda “roode baret”. Mengenai warna baret ini perlu kita ketahui bersama bahwa seluruh pasukan khusus di dunia menggunakan warna hijau, sedangkan pasukan “airborne/ lintas udara” nya berwarna merah. Tapi di Indonesia terbalik, justru pasukan khususnya yang menggunakan baret warna merah.

Struktur Organisasi saat ini Kopassus terdiri atas 5 Grup (istilah grup hanya dipakai oleh Special Forces dibeberapa negara didunia, sedangkan tentara pada umumnya menggunakan istilah Batalyon, Detasemen, Brigade dan Divisi). Setiap Grup dipimpin oleh seorang Pamen berpangkat Kolonel. Dari prajurit sampai dengan Kolonel adalah tentara yang profesional dan terlatih terus, baik secara fisik maupun mental. Jadi jangan dibayangkan bahwa semakin tinggi pangkat atau tua usia seorang prajurit Kopassus itu akan jadi lamban seperti tentara pada umumnya. Sangat sulit menemukan anggota ABRI yang pensiun di Kopassus, karena begitu fisiknya tidak memadai, Ia akan langsung mutasi ke Satuan lainnya.


Grup ini baru dimekarkan oleh Letjen Prabowo beberapa bulan lalu, sehubungan dengan AGHT (Ancaman, Gangguan, Hamabatan dan Tantangan) yang ada di depan kita di masa mendatang. Diperkirakan tidak akan ada perang dalam skala besar tapi justru skala kecil intensitas tinggi (terorisme, penculikan dll). Sebagai mana layaknya Pasukan Khusus didunia, maka Kopassus dibentuk untuk menghadapi perang dalam skala kecil tapi berintensitas tinggi, seperti terorisme.


Grup 3 berlokasi di Batujajar, Jabar (dekat Cimahi) dan merupakan Pusdikpasus (pusat Pendidikan Kopassus). Tempat latihannya berada disekitar Bandung sampai dengan Cilacap. Group 1 – 3 bekualifikasi PARA KOMANDO (semua anggotanya harus Mengikuti latihan terjun payung dasar/tempur )


Grup 4 disebut Sandhy Yudha dan berlokasi di Cijantung Jakarta, merupakan orang pilihan dari 3 grup pertama yang dilatih kembali menjadi berkualifikasi Intelejen Tempur, dengan tugas menghancurkan lawan digaris belakang pertahanan lawan (penyusupan).


Mereka adalah tentara profesional yang dalam pergerakannya dalam bentuk Unit (istilah dalam Special Forces, dalam tentara biasa disebut Regu, Peleton atau Kompi) berjumlah sekitar 5 orang. Dalam masa damai seperti saat ini, mereka mendapat tugas Intelejen Teritorial, misalnya mengetahui karakteristik demografi suatu daerah, pendukung dana yang bisa dimanfaatkan, tokoh-tokoh masyarakat, preman-preman dll.


(Sebagai informasi saja, bahwa sejak bulan Juni 1997, Kopassus mengirimkan team kecilnya keseluruh kota-kota besar di Indonesia dengan tugas RAHASIA, karena ABRI yang lainpun tidak mengetahui dengan pasti apa tugas mereka. Di beberapa lokasi / Kodam, tentara lokalnya bahkan tersinggung karena seolah-olah dianggap tidak mampu me manage daerahnya. Mereka ditarik kembali ke Jakarta pada bulan Januari 1998).


Kehebatan lain Grup ini adalah pola perilaku dan penampilannya yang sama sekali tidak mirip tentara . Misalnya cara bicara tidak patah-patah, rambut panjang, tidak pernah menghormat atasan atau yang pangkatnya lebih tinggi bila bertemu di luar Ksatrian mereka. Jadi sangat jauh dengan gaya Serse Polisi atau Intel Kodim dll. yang kadangkala justru menunjukkan kalau dirinya Intel. Mereka tidak ngantor setiap hari dan sangat jarang pakai seragam, hanya pada saat tertentu saja mereka kembali ke kantor (misalnya 2 minggu sekali untuk laporan atau mendapat tugas baru).


Jadi pada prinsipnya mereka sangat aktif berkecimpung dalam kehidupan masyarakat biasa misalnya di RT/RW, Perkumpulan Terjun Payung, Jeep Club dll. (terutama bagi mereka yang tidak tinggal di Ksatrian). Group ini sangat profesional dalam penyamarannya dan juga sudah mendapatkan pendidikan Perang Kota dari Green Beret US Army. Di Timor Timur, Aceh dan Irian (3 hot spot di Indonesia yang sering digunakan sebagai ajang latihan juga) mereka menyusup sampai ke kampung -kampung dan membentuk basis perlawanan terhadap GPK dari masyarakat lokal sendiri. Oleh karenanya kemampuan menggalang massa nya sangat terlatih.


Grup 5 (atau yang dikenal sebagai Detasemen 81, karena keberhasilannya dalam peristiwa pembajakan pesawat di Don Muang, Muangthai tahun 1981) adalah orang pilihan dari Group 4 dan merupakan yang terbaik yang dimiliki Kopassus. Mereka memiliki Ksatrian tersendiri di Cijantung dan terisolir. Klasifikasinya adalah ANTI TERORIS dan akan selalu mengikuti perjalanan kenegaraan Presiden. Pengetahuan orang bahkan ABRI sendiri tentang Grup ini sangat minim, karena mereka sangat terisolir dan rahasia. Sebuah sumber mengatakan bahwa mereka mengikuti pola GSG 9 Jerman (Pasukan elite polisi Jerman, yang berhasil dalam pembebasan sandera di Kedutaan besar Jerman di Iran). Mengingat Prabowo adalah satu-satunya Perwira Indonesia yang pernah lulus dalam pendidikan anti teroris di GSG 9.


Namun demikian saat ini mereka sudah mulai mencampurkan pola latihannya sehubungan dengan banyaknya perwira yang dilatih oleh Green Berets US Army (misalnya Mayjen Syafrie Syamsudin). Peralatan yang mereka miliki sangat canggih dan tidak ada bedanya dengan satuan elite tentara lainnya di dunia.


LATIHAN

Jadi pendidikan awal seorang Kopassus adalah mengambil kualifikasi KOMANDO yang harus dijalani sekitar 6 bulan. Materi latihan meliputi Perang Hutan, Buru Senyap, Survival (dilakukan di daerah Situ Lembang dilanjutkan dengan long march ke Cilacap untuk latihan rawa laut, survival laut, pendaratan pantai dll.

Selain itu juga mereka harus mengambil pendidikan PARA DASAR Tempur dengan materi yang meliputi terjun malam, terjun tempur bersenjata dan diterjunkan di Hutan (membawa senjata, ransel, payung utama dan payung cadangan).


Dalam semua latihannya mereka akan menggunakan peluru tajam, oleh karenanya tidaklah heran bila hampir dalam setiap latihan selalu ada siswa yang meninggal dunia karena berbagai sebab (kelelahan, kecelakaan dll).


Standard yang dipakai di Kopassus sangat amat ketat, bagi yang fisiknya kurang mampu atau mentalnya lemah, jangan harap bisa bertahan didalam latihan ini, atau di Satuan ini. Kesalahan sekecil apapun tidak akan ditolerir, karena memang tugas mereka sangat berbahaya. Setiap anggota Kopassus harus memiliki keahlian khusus seperti menjadi penerjun payung handal (Combat Free Fall), penyelam, penembak mahir (sniper), Daki Serbu, Komputer/perang elektrokika, perang psikologi, menguasai sedikitnya 2 bahasa

daerah bagi para tamtama dan bintara dan bahasa asing untuk para perwiranya.

Mereka diseleksi secara ketat, baik oleh Team Kes AD (Kesehatan), PSIAD (Dinas Psikologi AD) dan Team Jas AD (Jasmani/Kesemaptaan). Proses seleksi ini pada dasarnya berjalan terus menerus sampai dengan selesainya latihan, seorang Pasis (Perwira Siswa) yang melakukan kesalahan pada hari terakhir latihan, akan langsung dipecat, artinya tidak ada kompromi. Oleh karenanyalah, LOYALITAS terhadap perintah atasan sangat penting dalam organisasi ini.


PERLENGKAPAN

Kopassus merupakan tentara pilihan dan mereka tidak mentolerir kesalahan dalam operasi sekecil apapun (Safety First), oleh karenanya perlengkapan yang mereka pakai sangat jauh berbeda dengan tentara lainnya. Perlengakapan mereka sangat canggih dan modern, misalnya saja untuk membaca peta, sudah tidak menggunakan lagi Kompas Prisma, tapi GPS (Global Positioning System) yang langsung berhubungan dengan Satelit; dengan hanya menekan satu tombol saja, mereka akan mengetahui dengan tepat posisinya , jarak yang akan ditempuh bila akan menuju ke koordinat tertentu.

Grup antiterornya menggunakan senapan H&K MP5 , yang merupakan standar pasukan khusus terbaik di dunia seperti Green Berets, Delta Force, Navy Seal, GSG 9 Jerman, SAS dll. Pistol yang dipakai Beretta 9 mm (.45), selain itu juga berbagai macam kaliber lainnya seperti kaliber .22 (pistol kecil). Apabila peralatan yang mereka pakai sudah saatnya diganti (menurut manual) maka akan segera diganti. Hal ini sangat jauh berbeda dengan tentara lainnya yang cenderung konvensional dan melakukan tambal sulam terhadap peralatannya.


Mereka punya peralatan terjun payung tercanggih untuk melakukan HALO (High Altitude Low Opening) dan HAHO (High Altitude High Opening) yang memakai masker oksigen dll. Penerjunan ini dilakukan setinggi mungkin, sekitar 10.000 feet dan kemudian dia akan melayang dan membuka payungnya serendah mungkin guna menghindari radar lawan (agar tetap tampak seperti burung yang

melayang diudara di radar lawan).

Peralatan pendaratan pantai (memiliki LCR/Landing Craft Rubber/Perahu karet dengan mesin yang hampir tanpa bunyi, yang digunakan untuk operasi penyusupan dimalam hari), menyelam (dilatih seperti UDT, Underwater Demolition Team US Navy,), team Daki Serbu ( yang baru saja menaklukkan Himalaya dan dikenal di luar sebagai PPGAD/Persatuan Pendaki Gunung TNI AD).


Kehebatan Kopassus adalah mereka tidak segan-segan untuk meminta bantuan pihak lain yang dianggap ekspert dibidangnya seperti PADI untuk menyelam, AVES untuk terjun payung, Wanadri untuk naik gunung dll. yang dalam perjalanannya kemudian akan mereka modifikasi sendiri untuk keperluan tempur dan malahan menjadi lebih hebat.


Sebagai sebuah Satuan mereka memiliki Dinas Hub (Perhubungan) sendiri yang sangat canggih dan memiliki sistem perhubungan portable yang mandiri dan Satelite Mobile Phonet, Kes (Kesehatan) sendiri, Pal (Peralatan) sendiri dengan persenjataan yang canggih, Bek (Perbekalan) sendiri, Ang (Angkutan) sendiri, dengan mobil-mobil Hummer, mobil dipantai dll.


Bahkan mereka merencanakan untuk membeli helikopter sendiri dari Rusia (namun gagal karena Krismon). Jadi pada prinsipnya mereka sangat mandiri, termasuk memiliki sejumlah panser.


Kesimpulan & Keunggulan

1. 1 orang Kopassus dapat disetarakan dengan minimal 3 orang tentara biasa, karena ybs dilatih dengan berbagai ketrampilan (komunikasi radio, menembak, P3K dll). Di tentara biasa hal ini tidak dijumpai;
2. Kedisiplinan dan loyalitas yang tinggi terhadap tugas;
3. Biaya pelatihan bagi seorang Kopasssus sangatlah mahal;
4. Peralatan yang canggih dan tepat guna;
5. Secara umum kesejahteraan anggota Kopassus lebih baik dibandingkan tentara pada umumnya, terutama ketika dibawah Prabowo, karena ia sangat memperhatikan hal ini. (misalnya bila ada lelangan mobil di Bimantara dll., maka mobil bekas tersebut akan segera di beli oleh Kopassus untuk dijual murah kepada anggotanya /perwira);
6. Sangat jarang bagi mereka tinggal dirumah, selalu latihan dan operasi;
7. Mereka adalah tentara profesional yang tidak pernah ragu untuk mengambil keputusan dalam membela negaranya dari bahaya
8. Sangat amat jarang ditemukan anggota Kopassus yang bekerja menjadi SATPAM di industri-industri, sebagaimana sering ditemui terjadi pada tentara lainnya. Karena relatif taraf ekonomi mereka lebih terjamin sehubungan dengan adanya YAYASAN KOBAME (Korps Baret Merah)
9. Cara-cara mereka beroperasi sangat profesional (dalam pengertian tentara misalnya tehnik membunuh, kontra intelejen, agitasi, propaganda, perang psikologi, penggalangan massa, menguasai berbagai macam type senjata).

Sebagian Kecil prestasi dan Kiprah Kopassus
1. Kopasus juga juara satu sniper dalam pertemuan Pasukan Elite Asia Pasific Desember 2006. Dengan hanya mengandalkan senjata buatan Pindad! Nomor 2-nya SAS Australia
 2. Kopasus menempati urutan 2 (dari 35) dalam hal keberhasilan dan kesuksesan operasi militer (intelijen - pergerakan - penyusupan - penindakan) pada pertemuan Elite Forces in Tactical, Deployment and Assault di Wina Austria. Nomor satunya Delta Force USA.
3. Negara-negara afrika utara hingga barat sekarang memiliki acuan teknik pembentukan dan pelatihan pasukan elite mereka. 80% pelatih mereka dari perwira-perwira Kopasus
4. Pasukan Paspampres Kamboja adalah pasukan Elit yang di latih oleh Kopassus
5. Pada perang Vietnam , para tentara Vietkong meniru strategy KOPASSUS dalam berperang melawan Amerika Serikat yang mengakibatkan kekalahan Pasukan Amerika yang mempunyai persenjatan canggih dan lengkap. Kekalahan ini membuat Amerika serikat malu di mata dunia.


Sniper Kopassus
Perempuan Kopassus
Kopassuss
Kopassus
Kopasus Menjaga keamanan
Sniper
Aksi Kopassus











Latihan

Penjagaan Wilayah
Keberanian Kopassus
Penanganan di AMBALAT








Teknologi Kopassus
Sniper Perempuan
Hutan INA

Densus 88 vs Kopassus



counterteror
Ada persamaan menarik dari kedua pasukan elit ini, yakni sama2 memiliki kemampuan untuk memberantas terorisme, meski secara level keduanya tidak tepat untuk dibandingkan, Kopassus sebagai satuan elit militer lebih layak ditandingkan dengan Spetnaz Alpha Group, SAS ,Delta Force atau GIGN. Sedang Densus 88 sebagai satuan elit kepolisian mungkin bisa disetarakan sebagai SWAT atau SDU Hongkong. Yang menarik, sehingga mendorong ane untuk membuat artikel ini bukanlah masa kemampuan kedua Pasukan Khusus ini, tetapi latar belakang, alasan dan tujuan serta sejarah dibentuknya pasukan khusus ini.
Densus 88
Bisa disebut sebagai pasukan khusus yang penuh anomali, ketidakironisan dan terpaksa dibentuk. Mengapa ane sebut demikan? Tidaklah public tersadar, semenjak Pasukan Antiteror ini dibentukpun sudah tercium bau kejanggalan, saat itu ane baru menikmati masa2 SMA. Yang bikin janggal karena sebenarnya di Kepolisian RI pun memiliki unit tersendiri yang menangani terorisme dan contra intelejen, ter koordinir dalam satuan paramiliter polisi, Brigade Mobile atau BRIMOB. Kenapa Brimob tak dioptimalkan saja untuk lebih khusus dilatih ulang sebagai pasukan anti terror? Lebih menghemat biaya dan tenaga, ketimbang Densus 88 yang mendidik ulang anggota Polri di AS, dipersenjatai dengan perlengkapan modern ala SWAT yang tentu saja udah amat menguras anggaran di Kepolisian.
Densus88
Sejarah dan Tujuan
Kelahiran Densus 88 konon karena desakan pihak barat, terutama bujuk rayu sang Presiden AS George W Bush setelah Insiden paling konspirasional di abad 21, Hancurkan menara kembar WTC pada 11 September 2001 yang secara tak langsung menunjuk umat islam dan kaum radikalnya sebagai dalang kejadian (efek sosial pasca WTC pernah diceritakan dalam film nya Sahrukh Khan, My Name Is Khan). Indonesia pun tak lupa menjadi sasaran terorisme yang dashyat, setahun setelah 11 September 2001 dua bom menggunjang Bali yang mengakibatkan ratusan jiwa melayang, kebanyakan berasal dari turis Australia berjumlah 88 orang. Angka 88 inilah nantinya yang dipilih sebagai nama pasukan anti terror Polri yang konon untuk menghormati korban jiwa dari rakyat Australia, lho kok malah Australia? Aneh ga sih.
Hasil
Keberadaan Densus 88 akhirnya menuai pro kontra ada yang mendukung dan ada pula yang menghujat, yang mendukung biasanya sudah termakan tipu daya media2 mainstream yang memberitakan seolah pasukan antiteror ini kstaria piningit pemberantas orang2 jahat bernama teroris (ironis lagi, di republic ini penyebab kematian tertinggi justru karena kecelakaan lalu lintas dan kualitas kesehatan bukan teroris !!). Sedang yang menghujat atau yang lebih alus mengkritik seperti ane, beralasan bahwa Indonesia sudah lama memiliki pasukan anti terror sendiri kenapa musti bikin lagi yang menyedot banyak anggaran. Dalam aksinya pun tak jarang Densus 88 melakukan cara2 yang kurang simpatik, dan saat disiarkan aksinya pada waktu melakukan penggrebakan terduga teroris, Densus 88 memakai perlengkapan (gear) tempur yang keren, menggunakan robot pokoknya ala film2 pasukan khusus Hollywood, padahal lawannya Cuma 1 ato 2 orang dengan senjata “biasa” saja. Ya otomatis karena perbedaan kekuatan bak bumi langit, orang udah tau ending dari drama penggebrekan ini. Coba lawannya IRA Irlandia, Gerilyawan Chechnya, atao MNLF Filiphina pasti banyak aksi lebih keren.
KOPASSUS
Sat-81
Komando Pasukan Khusus atau dulu dikenal sebagai Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), tak perlu lagi ane ulas tentang keunggulan pasukan khusus kita ini. Tujuan dan rekam historis dibentukan pasukan khusus angkatan darat ini bermula dari keadaan militer RI saat itu yang tengah disibukan maraknya pemberontakan di berbagai daerah pada decade 1950-an, kebutuhan akan satuan khusus semakin membahana saat melawan pemberontakan RMS. Jelas, kalau Kopassus dibentuk guna melakukan operasi2 khusus yang tidak bisa dilakukan oleh pasukan biasa, seperti infiltrasi ke jantung musuh, konsolidasi masa, Pengintaian, Anti Teror, Sabotase dan misi berbahaya lainnya. Seiring waktu, Kopassus pun membentuk unit pasukan anti terror sendiri semenjak peristiwa pembajakan pesawat DC-9 Woyla Garuda Airways di Bandara Don Muang. Detasemen 81 Kopassus pun resmi dibentuk sebagai satuan anti terror, hebatnya dan ini yang ane suka dalam melaksanakan misinya aksi pasukan ini sangat minim publishitas, senyap. Benar2 sebuah pasukan rahasia dengan misi khusus. Kabarnya Unit Anti Teror Detasemen 81 sudah dilebur ke dalam Grup 5/Anti Teror dan Grup2 Kopassus lainnya.
Well, lebih mempercayakan penangangan terorisme kepada Densus 88 atau Kopassus? Klo ane tentu saja lebih percaya ke Kopassus, meski porsi terbesar lebih diarahkan untuk Kepolisian dan Badan Intelejen Negara untuk mengendus dan menggagalkan upaya mengganggu keamanan nasional. Bila situasi sudah gawat darurat dan makin parah, barulah Baret Merah beraksi bersama pasukan khusus lain seperti Kopaska Marinir dan Bravo Paskhas.

Kamis, 31 Oktober 2013

Anak Penambal Ban Kalahkan Anak Jenderal Untuk Masuk Akpol

Semarang, (ANTARA) - Punya ayah berpangkat jenderal ternyata bukan jaminan untuk bisa masuk Akademi Kepolisian (Akpol). Seorang anak jenderal tidak berhasil masuk Akpol pada tahun ini sedangkan anak seorang penambal ban lulus tes dan jadi taruna.

"Tahun ini anak Kapolda (berpangkat jenderal) tidak lulus, sedangkan anak seorang penambal ban di Cengkareng (Tangerang, Banten) lulus," kata Deputi Sumber Daya Manusia Kapolri, Irjen Pol Bambang Hadiyono di Kampus Akpol, Kota Semarang, Senin.

Hadiyono mengatakan hal itu saat memimpin proses penghitungan nilai ujian akhir dalam sidang penerimaan taruna Akpol secara terbuka.

Menurut Hadiyono, proses seleksi taruna yang berlangsung secara terbuka itu akan memberikan kesempatan kepada semua warga negara tanpa memandang latar belakang orang tua.

Tahun 2007, katanya, keponakan Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan tidak lulus, padahal saat itu Trimedya hadir sebagai anggota DPR dan ikut mengawasi proses penghitungan nilai.

"Keponakan saya sendiri juga tidak lulus pada tahun 2007 lalu," kata Hadiyono.

Ia menyatakan, proses seleksi taruna melibatkan pengawas eksternal antara lain dari Dinas Kependudukan, Dinas Pendidikan, Komisi Kepolisian Nasional, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), kalangan perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Nilai setiap tahapan ujian langsung diberikan kepada peserta seleksi dan mereka dapat mengadu ke panitia jika ada nilai yang berubah.

Untuk soal tes akademik tertulis, polisi membuat ratusan soal lalu dipilih 100 soal secara acak dan 100 soal itu disimpan oleh LSM dan provos.Soal ujian disimpan dalam brankas yang kuncinya dipegang oleh LSM dan provos.

"Kami tidak tahu, soal nomor satu itu apa. Nomor dua apa karena mereka yang menyimpan," katanya.

Tes akademik tertulis di tingkat daerah juga sama yakni soal dibuat Mabes Polri lalu disimpan dalam CD yang diberi kata kunci (password) tidak diberikan ke panitia daerah.

"Satu hari sebelum tes akademik, kata kunci baru diberi lalu soal digandakan dengan pengawasan dari pihak luar," ujarnya.

Beberapa orang tua taruna mengaku tidak mengeluarkan uang sama sekali dalam seleksi taruna.

Sriyono, sopir bus "Sri Mulyo" jurusan Solo - Purwodadi menyatakan, dirinya tidak mengeluarkan uang agar anaknya Agus Santoso diterima sebagai taruna.

"Betul-betul tidak ada. Penghasilan saya kan hanya Rp60 ribu per hari," katanya.

Pokorasmin, seorang penjual roti panggang asal Bandung mengaku tidak tahu menahu soal uang."Tidak tahu soal itu. Dia (anak saya) daftar sendiri. Dia juga tidak pernah minta uang ke saya," ujarnya.

Doni Agung, anak Komandan Pangkalan TNI AU Adisutjipto Yogyakarta, Marsekal Pertama TNI Hadi Mulyono juga masuk ke Akpol tanpa membayar.Doni datang ke Akpol bersama ibunya, Ny Hadi Mulyono.

Perasaan haru menyelimuti sebagian orang yang hadir ketika Bambang Hadiyono memanggil orang tua bernama I Wayan Ngatak sebab anaknya, I Gede Lula Duarta diterima sebagai taruna. Duarta mengaku bapaknya tidak bisa hadir di kampus Akpol karena tidak ada ongkos.Orang tuanya hanya buruh bangunan.(*)


Sumber http://www.antaranews.com/berita/114089/anak-penambal-ban-kalahkan-anak-jenderal-untuk-masuk-akpol

Sabtu, 26 Oktober 2013

10 TAHAPAN BAGI ANDA YANG INGIN MENJADI ANGGOTA POLRI


Menjadi anggota Polisi tentu merupakan suatu kebanggaan bagi sebagian besar pemuda/pemudi di Indonesia. Namun dalam prosesnya, banyak hal yang harus dijalani,  serta membutuhkan mental pejuang dan kesabaran yang tinggi. 

Untuk kali ini saya mencoba menguraikan tahapan-tahapan dalam proses seleksi calon anggota Polri pada umumnya dan bisa saja berubah seiring dengan berkembangnya zaman.


TAHAPAN PERTAMA (BACA SYARAT DAN KETENTUAN) 
Sebelum melangkah kepada persiapan berkas administrasi (lamaran) ada baiknya anda membaca syarat dan ketentuan terlebih dahulu yang di minta Panda (Panitia Daerah) , disini ada beberapa point yang perlu mendapat perhatian adalah Umur, Tinggi Badan, kualifikasi pendidikan yang di minta serta nilai, dan kesehatan badan baik luar maupun dalam. Setelah anda merasa syarat dan ketentuan ini sudah ada dalam diri anda silahkan meneruskan ke tahapan berikutnya. Tapi perlu di ingat kalau ada di antara syarat dan ketentuan ini anda tidak bisa memenuhinya sebaiknya mundur. 
TAHAPAN KEDUA MELENGKAPI BERKAS
Pada tahapan ini anda harus memfokuskan kegiatan anda pada persiapan kelengkapan berkas administrasi yang harus di penuhi oleh peserta calon anggota polri, adapun syarat administrasi yang harus di lengkapi, biasanya sudah di sediakan blangko pendaftaran oleh Panda yang terdiri dari :

Surat Permohonan Menjadi Anggota Polri , Surat Keterangan Belum Menikah, Surat Kesediaan Ditempatkan di Seluruh Wilayah Indonesia, serta syarat-syarat yang harus di legalisir seperti Ijazah SD, SMP, SMA sampai PT dan masih banyak lagi.  

Perlu digaris bawahi dalam tahapan ini yaitu untuk menyertakan  surat-surat asli baik Ijazah, atau surat-surat kelengkapan lainnya yang sudah di jelaskan diatas untuk memudahkan pemeriksaan Kelengkapan Administrasi oleh Panda. 

TAHAPAN KETIGA SELEKSI ADMINISTRASI 
Dalam tahapan ini para peserta calon anggota polri akan di cek kelengkapan Berkas Administrasi satu persatu oleh tim Pemeriksaan Administrasi oleh Panda dan Tim Independent (diknas selaku pemeriksa Ijazah). 

Tim Pemeriksa kelengkapan Berkas Administrasi akan memeriksa dengan cermat dan teliti seperti pemeriksaan ijazah yang juga dilengkapi dengan alat pendeteksi Ijazah palsu. Dalam tahapan ini bagi yang belum lengkap biasanya masih ada kesempatan waktu untuk melengkapinya dengan catatan 1 x 24 jam tergantung kebijaksanaan masing-masing Panda penerimaan Calon Anggota Polri. 

 
TAHAPAN KEEMPAT SELEKSI PSIKOLOGI  
Kalau anda di nyatakan lulus Seleksi Administrasi sudah barang tentu anda masuk ke dalam Seleksi berikutnya yaitu seleksi Psikologi yang di mana di nilai disini adalah tingkat IQ, Sifat, Serta Kepribadian anda sehari-hari akan tergambar dalam test ini.  Dalam test ini hampir 1/3 dari Calon  anggota Polri akan digugurkan dalam artian di seleksi mana yang “berkompeten atau tidak” dalam test psikologi ini. 

TAHAPAN KE EMPAT SELEKSI KESEHATAN  
Setelah dinyatakan lulus dari Test Psikologi, maka selanjutnya adalah Seleksi Kesehatan   dalam hal ini anda di Periksa Kesehatan baik Fisik , Pemeriksaan Penunjang serta Pemeriksaan khusus dan  kalau di uraikan akan menjadi seperti ini : 
(a) Pemeriksaan Fisik seperti keadaan umum, dan keadaan spesifik kalau untuk wanita biasanya dilakukan pemeriksaan hymen (cek virginitas) dan tes kehamilan
(b) Pemeriksaan Penunjang, seperti cek urine, darah, radiologi, EKG apabila di perlukan
(c) Pemeriksaan Khusus  (Narkoba)

TAHAPAN KE ENAM SELEKSI KEMAMPUAN JASMANI  & KESEMAPTAAN
Apabila anda di nyatakan lulus dalam seleksi Kesehatan maka anda  sudah menjalani paling tidak 75% dari keseluruhan test calon anggota polri dan berikutnya adalah Seleksi Kemampuan Jasmani dan Kesemaptaan. 

Dalam test Kemampuan Jasmani dan Kesemaptaan meliputi; 
(a)    Kelainan postur tubuh (Antrophometrik) seperti Menentukan tipe tubuh dan kelainan-kelainan bagian tubuh. 
(b)    Test Kesemaptaan seperti Lari 12 Menit, Pull Up, Sit Up, Push Up dilakukan 1 Menit , serta yang terakhir shuttle Run jarak 6 x 10 meter
(c)    Test Berenang sejauh 25 meter

TAHAPAN KE TUJUH TEST KEMAMPUAN KOMPETENSI 
Setelah perjuangan yang melelahkan dengan test kesemaptaan dan dinyatakan lulus anda kemudian di genjot lagi dalam test Kompetensi yang dimana test kompetensi ini menguji kemampuan seperti pengetahuan Umum, Bahasa Inggris, PPKN, Bahasa Indonesia dan lain-lain 

TAHAPAN KE DELAPAN PANTUKHIR (RAPAT KELULUSAN) 
Pada tahapan akhir ini anda akan di periksa lagi dan pemeriksaan akan di titik beratkan pada Aspek Kesehatan (Postur Tubuh), Psikologi (inteligensi + Kepribadian) dan Administrasi akhir (kelengkapan berkas lamaran). Pada tahapan pantukhir ini jumlah yang akan diterima disesuaikan dengan jumlah kuota dari Panda sesuai ketentuan yang berlaku untuk di didik. 

Apabila AKPOL akan di berangkatkan ke Jakarta sesuai kuota yang di tetapkan oleh masing-masing Panda guna menjalani kegiatan KP4 (Komisi Persiapan Penetapan Peserta Pendidikan; 

Adapun test yang dilakukan KP4 adalah Pengecekan ulang kesehatan jiwa peserta serta pengecekan ulang psikologi peserta. 

Pada Seleksi Pantukhir tidak menutup kemungkinan pemeriksaanya dilakukan oleh TIM yang di tunjuk Mabes Polri untuk pemeriksaan akhir sebelum di nyatakan kelulusannya dari seleksi Pantukhir baik Tamtama, Bintara dan Akpol. 
TAHAPAN KE KESEMBILAN (BERDOA) 
Setelah anda melalui serangkaian test yang dimana anda lulus  terus dalam test sebelumnya maka tentunya test Pantukhir ini menjadi sang juru kunci keberhasilan anda, dalam artian hanya satu langkah lagi untuk menjadi anggota polri maka harapan satu-satunya anda adalah berdoa kepada Tuhan yang Maha Esa semoga perjuangan anda tadi tidak sia-sia. 

TAHAPAN KE SEPULUH (FINAL) 
Apabila anda di nyatakan lulus pantukhir bersiap-siaplah anda untuk mengikuti pendidikan selama beberapa tahun yang  yang telah di tentukan. panda masing-masing daerah tapi kalau untuk Akpol akan di kirim  semarang untuk menjalani pendidikan dan pembentukan.