Sabtu, 21 Desember 2013

Perbandingan F-22 Raptor dengan Sukhoi T-50

F-22 Raptor

F-22 Raptor adalah pesawat tempur siluman buatan Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya direncanakan untuk dijadikan pesawat tempur superioritas udara untuk digunakan menghadapi pesawat tempur Uni Soviet, tetapi pesawat ini juga dilengkapi peralatan untuk serangan darat, peperangan elektronik, dan sinyal intelijen. 
Pesawat ini melalui masa pengembangan yang panjang, versi prototipnya diberi nama YF-22, tiga tahun sebelum secara resmi dipakai diberi nama F/A-22, dan akhirnya diberi nama F-22A ketika resmi mulai dipakai pada Desember 2005. Lockheed Martin Aeronautics adalah kontraktor utama yang bertanggungjawab memproduksi sebagian besar badan pesawat, persenjataan, dan perakitan F-22. Kemudian mitranya, Boeing Integrated Defense Systems memproduksi sayap, peralatan avionik, dan pelatihan pilot dan perawatan.


YF-22, pesawat pengembangan yang menjadi dasar untuk pembuatan F-22.


Proses produksi F-22

F-22 versi produksi pertama kali dikirim ke Pangkalan Udara Nellis, Nevada, pada tanggal 14 Januari 2003. Pengetesan dan evaluasi terakhir dilakukan pada 27 Oktober 2004. Pada akhir 2004, sudah ada 51 Raptor yang terkirim,dengan 22 lagi dipesan pada anggaran fiskal 2004. Kehancuran versi produksi pertama kali terjadi pada 20 Desember 2004 pada saat lepas landas, sang pilot selamat setelah eject beberapa saat sebelum jatuh. Investigasi kejatuhan ini menyimpulkan bahwa interupsi tenaga saat mematikan mesin sebelum lepas landas menyebabkan kerusakan pada sistem kontrol.

Pergantian nama
Versi produksi pesawat ini diberi nama F-22 Raptor ketika pertama kali dimunculkan pada tanggal 9 April 1997 di Lockheed-Georgia Co., Marietta, Georgia.

Pada September 2002, petinggi Angkatan Udara Amerika Serikat merubah nama Raptor menjadi F/A-22. Penamaan ini, yang mirip dengan penamaan F/A-18 Hornet Angkatan Laut Amerika Serikat, bertujuan untuk mendorong citra Raptor sebagai pesawat tempur sekaligus pesawat serang darat, dikarenakan oleh perdebatan yang terjadi di pemerintahan AS tentang pentingnya pesawat tempur superioritas udara yang sangat mahal. Nama ini kemudian dikembalikan lagi menjadi F-22 saja pada 12 Desember 2005, dan kemudian pada 15 Desember 2005 F-22A secara resmi mulai dipakai.


Awalnya Angkatan Udara Amerika Serikat berencana memesan 750 ATF, dengan produksi dimulai pada tahun 1994. Pada tahun 1990 Major Aircraft Review merubah rencana menjadi 648 pesawat udara yang dimulai pada tahun 1996. 
Tujuan akhirnya berubah lagi pada tahun 1994, menjadi 442 pesawat memasuki masa pakai pada tahun 2003 or 2004. Laporan Kementrian Pertahan pada tahun 1997 merubah pembelian menjadi 339. Pada tahun 2003, Angkatan Udara mengatakan bahwa pembatasan pembiayaan kongresional yang ada sekarang membatasi pembelian menjadi 277. 
Pada tahun 2006, Pentagon mengatakan akan membeli 183 pesawat, yang akan menghemat $15 milyar tapi akan menaikkan pembiayaan per pesawat. Rencana ini telah mendapat persetujuan de facto dari Kongres dalam bentuk rencana pembelian beberapa tahun, yang masih membuka peluang untuk pemesanan baru melewati titik tersebut. Lockheed Martin telah mengatakan bahwa pada FY(Fiscal Year/Tahun Fiskal) 2009 mereka sudah harus tahu apakah lebih banyak pesawat akan dibeli, untuk pemesanan barang-barang long-lead.

Pada April 2006, biaya F-22A ditaksir oleh Government Accountability Office menjadi $361 juta per pesawat. Biaya ini mencerminkan total biaya program F-22A total program cost, dibagi jumlah jet yang akan dibeli oleh Angkatan Udara. Sejauh ini, Angkatan Udara telah menginvestasikan sebanyak $28 milyar dalam riset, pengembangan, dan percobaan Raptor. Uang itu, yang disebut sebagai "sunk cost," telah dibelanjakan dan terpisah dari uang yang digunakan untuk pengambilan keputusan di masa depan, termasuk pembelian kopi dari jet tersebut.

Pendahulunya, F-15.

Saat semua 183 jet telah dibeli, $34 milyar akan dibelanjakan untuk pembelian pesawat udara ini sebenarnya. Ini akan menghasilkan biaya sekitar $339 juta per pesawat udara berdasarkan biaya total program. Kenaikan biaya dari satu tambahan F-22 adalah sekitar $120 juta. Jika Angkatan Udara akan membeli 100 buah tambahan F-22 hari ini, tiap pesawat akan berharga lebih rendah dari $117 juta dan akan terus jatuh dengan tambahan pembelian pesawat.


F-22 bukan pesawat paling mahal yang pernah ada; kekhasan itu sepertinya berpulang pada B-2 Spirit yang secara kasar bernilai $2.2 milyar per unit; walaupun kenaikan biaya di bawah 1 milyar US Dollar. Untuk lebih adilnya,pemesanan B-2 berubah dari ratusan menjadi beberapa lusin ketika Perang Dingin berakhir sehingga harga per unitnya melangit. F-22 menggunakan lebih sedikit bahan penyerap radar daripada B-2 atau F-117 Nighthawk, dengan harapan biaya perawatan yang akan menjadi lebih rendah.


Radar APG-77-1A yang dipakai oleh F-22.


F-22 menggunakan radar AN/APG-77 AESA yang dirancang untuk operasi superioritas udara dan serangan darat, yang sulit dideteksi pesawat lawan, menggunakan apertur aktif, dan dapat melacak beberapa target sekaligusdalam cuaca apapun. AN/APG-77 mengganti frekuensinya 1.000 kali setiap detik, membuatnya juga sangat sulit dilacak. Radar ini juga dapat memfokuskan emisi terhadap sensor lawan, membuat pesawat lawan mengalami gangguan.

Informasi pada radar ini diproses oleh dua prosesor Raytheon, yang masing-masing dapat melakukan 10,5 miliar operasi per detik, dan memiliki memori 300 megabyte. Perangkat lunak pada F-22 terdiri dari 1,7 juta baris koding, yang sebagian besar memproses data yang ditangkap radar. Radar ini memiliki jarak jangkau sekitar 125-150 mil, dan direncanakan untuk dimutakhirkan dengan jarak maksimum sekitar 250 mil.

F-22 juga memiliki beberapa fungsi yang unik untuk pesawat seukurannya. Antara lain, pesawat ini memiliki kemampuan deteksi dan identifikasi musuh yang hampir setara dengan RC-135 Rivet Joint. Kemampuan "mini-AWACS" ini membuat F-22 sangat berguna di garis depan. Pesawat ini bisa menandakan target untuk pesawat F-15 dan F-16, dan bahkan dapat mengetahui pesawat apa yang pesawat kawan sedang targetkan, jadi bisa membuat agar pesawat kawan tidak mengejar target yang sama.

Bus data yang digunakan pesawat ini diberi nama MIL-STD-1394B, yang dirancang khusus untuk F-22. Sistem bus ini dikembangkan dari sistem komersial FireWire (IEEE-1394), yang diciptakan oleh Apple dan sering ditemukan pada komputer Apple Macintosh. Sistem bus data ini juga akan digunakan pada pesawat tempur F-35 Lightning II.

F-22 menjatuhkan bom JDAM GBU-32.
Pesawat tempur modern Barat masa kini sudah memakai fitur-fitur yang membuat mereka lebih sulit dideteksi di radar dari pesawat sebelumnya, seperti pemakaian material penyerap radar. 
Pada F-22, selain pemakaian materialpenyerap radar, bentuk dan rupa F-22 juga dirancang khusus, dan detil lain seperti cantelan pada pesawat dan helm pilot juga sudah dibuat agar lebih tersembunyi. 
F-22 juga dirancang untuk mengeluarkan emisi infra-merah yang lebih sulit untuk dilacak oleh peluru kendali "pencari panas".

Namun, F-22 tidak tergantung pada material penyerap radar seperti F-117 Nighthawk. Penggunaan material ini sempat memunculkan masalah karena tidak tahan cuaca buruk.Dan tidak seperti pesawat pengebom siluman B-2 Spirit yang membutuhkan hangar khusus, F-22 dapat diberikan perawatan pada hangar biasa. Selain itu, F-22 juga memiliki sistem yang bernama "Signature Assessment System", yang akan menandakan kapan jejak radar pesawat sudah tinggi, sampai akhirnya membutuhkan pembetulan dan perawatan.

Pemakaian afterburner juga membuat emisi pesawat lebih mudah ditangkap oleh radar, ini diperkirakan adalah alasan mengapa pesawat F-22 difokuskan untuk bisa memiliki kemampuan supercruise.

Lihat F-22 Raptor



Spesifikasi (F-22 Raptor)

Data dari USAF, situs Tim F-22 Raptor, dan Aviation Week & Space Technology
Karakteristik umum
Kru: 1
Panjang: 62 kaki 1 in (18,90 m)
Lebar sayap: 44 kaki 6 in (13,56 m)
Tinggi: 16 kaki 8 in (5,08 m)
Area sayap: 840 kaki² (78,04 m²)
Airfoil: NACA 64A?05,92 akar, NACA 64A?04,29 ujung
Berat kosong: 31.670 lb (14.365 kg)
Berat terisi: 55.352 lb (25.107 kg)
Berat maksimum lepas landas: 80.000 lb (36.288 kg)
Mesin: 2× Pratt & Whitney F119-PW-100 Turbofan pengarah daya dorong pitch, 35.000 lb (155,7 kN) masing-masing

Performa
Kecepatan maksimum: ≈Mach 2,42 (2.575 km/jam) pada altituda/ketinggian tinggi
Kecepatan jelajah: Mach 1,72 (1.825 km/h) pada altituda/ketinggian tinggi
Jarak jangkau ferri: 2.000 mi (1.738 nm, 3.219 km)
Batas tertinggi servis: 65.000 kaki (19.812 m)
Laju panjat: rahasia (tidak diketahui umum)
Beban sayap: 66 lb/kaki² (322 kg/m²)
Dorongan/berat: 1,26
Maximum g-load: −3/+9 g

Persenjataan
Meriam: 1× 20 mm (0,787 in) M61A2 Vulcan gatling gun di pangkal sayap kiri, 480 butir peluru
Udara ke udara:
6× AIM-120 AMRAAM
2× AIM-9 Sidewinder
Udara ke darat:
2× AIM-120 AMRAAM dan
2× AIM-9 Sidewinder dan salah satu:
2× 1.000 lb JDAM atau
2× Wind Corrected Munitions Dispensers (WCMDs) atau
8× 250 lb GBU-39 Small Diameter Bomb

Pesawat Sukhoi T-50 Buatan Rusia Dengan Teknologi Stealth

Pesawat tempur berteknologi stealth pertama buatan Rusia, Sukhoi T-50, akhirnya ditampilkan kepada publik untuk kali pertama dalam hajatan MAKS Air Show di lapangan udara Zhukovskiy di dekat Moskwa, Selasa (16/8/2011). Pesawat itu diharapkan akan menjadi pesaing utamapesawat tempur stealth AS, F-22 Raptor dan F-35 Lightning II.


Pesawat tempur generasi kelima, yang dikembangkan bersama oleh Rusia dan India itu, terbang perdana pada Januari lalu di salah satu pangkalan udara Rusia di Timur Jauh. Namun, penampilan hari Selasa adalah penampilan perdana di depan publik, yang menunjukkan para pembuat pesawat itu sudah percaya diri dengan kemampuannya.

Dua purwarupa pesawat berwarna perak itu memeragakan berbagai manuver aerobatik di hadapan para pengunjung MAKS Air Show, termasuk Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin. 

Mikhail Pogosyan, Presiden United Aircraft Corporation yang memproduksi pesawat ini, mengatakan, T-50 nantinya tak hanya menjadi tulang punggung kekuatan AU Rusia, tetapi juga AU India. India bahkan dikabarkan memesan lebih banyak pesawat, yakni 200 pesawat, dibandingkan AU Rusia yang hanya memesan sekitar 150 pesawat.

United Aircraft berambisi menjual sedikitnya 1.000 pesawat T-50 dalam beberapa dekade mendatang, dan menguasai setidaknya sepertiga dari pangsa pasar pesawat tempur berteknologi stealth (siluman, tak terdeteksi radar) di dunia. Untuk bersaing dengan pesawat-pesawat setara buatan AS, T-50 akan dijual dengan harga lebih murah.

Perkiraan sementara menunjukkan, pesawat canggih itu akan dijual dengan harga tak lebih dari 100 juta dollar AS (Rp 852,5 miliar) per unit. Bandingkan dengan harga F-22 Raptor yang dihargai 140 juta dollar AS.

Para pejabat Rusia mengatakan, versi final Sukhoi T-50 ini baru akan selesaipada akhir 2016. Meski demikian, Kepala Staf AU Rusia Kolonel Jenderal Alexander Zelin berharap, pesawat pertama pesanan AU Rusia sudah bisa dikirim dalam tiga tahun mendatang.

Proyek pesawat ini sudah dimulai sejak dekade 1980, dengan tujuan membangun pesawat untuk menggantikan armada MiG-29 dan Su-27 AU Uni Soviet yang sudah mulai menua. Namun, proyek ini kemudian kesulitan dana dan sempat dihentikan. India kemudian bersedia digandeng untuk bekerja sama pada akhir 2010 lalu.


Jika dibandingkan dengan AS, maka pengembangan pesawat siluman Rusia tertinggal cukup jauh. Saat ini, AS bahkan sudah akan mengoperasikan armada pesawat tempur stealth kedua, yakni F-35 Lightning II, yang juga akan dijual ke beberapa negara sekutu AS di NATO.

Zelin mengatakan, untuk menutup ketimpangan kekuatan angkatan udara sampai T-50 siap dioperasikan penuh, AU Rusia akan mengandalkan versi terbaru pesawat tempur MiG, yakni MiG-35. "Kami belum menghentikan proyek MiG-35D. Namun, pada akhirnya, kami akan melakukan transisi penuh ke (armada) T-50," tutur Zelin.

Lihat Sukhoi T-50





 Karakteristik umum
  • Crew: 1 Kru: 1
  • Length: 19.8 m (65.9 ft) Panjang: 19,8 m (65,9 ft)
  • Wingspan : 14 m (46.6 ft) Lebar sayap : 14 m (46,6 ft)
  • Height: 6.05 m (19.8 ft) Tinggi: 6,05 m (19,8 ft)
  • Wing area: 78.8 m 2 (848.1 ft 2 ) Area sayap: 78,8 m 2 (848,1 ft 2)
  • Empty weight : 18,500 kg (40,785 lb) Berat kosong : 18.500 kg (40.785 £)
  • Loaded weight: 26,000 kg (57,320 lb) Loaded berat: 26.000 kg (57.320 £)
  • Useful load: 7,500 kg (combat load) (16,534 lb) Berguna beban: 7.500 kg (beban memerangi) (£ 16.534)
  • Max takeoff weight : 37,000 kg (81,570 lb) Berat lepas landas maks :37.000 kg (81.570 £)
  • Powerplant : 2 × New unnamed engine by NPO Saturn and FNPTS MMPP Salyut of 175 kN each. Powerplant : 2 × mesin yang tidak disebutkan namanya oleh NPO Baru Saturnus dan FNPTS MMPP Salyut dari 175 kN masing-masing. Prototype with AL-41F1 of 147 kN each, definitive version with new engine >157 kN Prototipe dengan AL-41F1 dari 147 kN masing-masing,  versi definitif dengan mesin baru> 157 kN 
  • Fuel capability: 10,300 kg (22,711 lb) Bahan Bakar Kemampuan:10.300 kg (22.711 £) 
Performance Kinerja 
  • Maximum speed : 2,100 - 2,500 km/h (Mach 2+) (1,300 - 1,560 mph) ; at 17,000 m (45,000 ft) altitude Kecepatan maksimum : 2.100 - 2.500 km / jam (Mach 2 +)  (1.300 - 1.560 mph); di 17.000 m (45.000 ft) ketinggian
  • Cruise speed : 1,850 - 2,100 km/h (1,150 - 1,300 mph) Cruise speed :1.850 - 2.100 km / jam  (1.150 - 1.300 mph)
  • Ferry range : 5,500 km (3417 miles) Ferry kisaran : 5.500 km  (3.417 km)
  • Service ceiling : 20,000 m (65,616 ft) Layanan langit-langit : 20.000 m (65.616 kaki)
  • Rate of climb : 350 m/s (68,900 ft/min) Tingkat panjat : 350 m / s (68.900 ft / min)
  • Wing loading : 330(normal) - 470(maximum) kg/m 2 (67(normal) - 96(maximum) lb/ft 2 ) Wing memuat : 330 (normal) - 470 (maksimum) kg / m 2 (67 (normal) - 96 (maksimum) lb / ft 2)
  • Thrust/weight : 1.19 Thrust / berat : 1,19 
  • Maximum g -load: 10-11 g Maksimum g-load: 10-11 g 
Fitur pesawat T-50 berkemampuan di segala cuaca, kemampuan untuk menggunakan strip take-off hanya 300 sampai 400 meter, kapasitas penerbangan supersonik berkelanjutan melalui pengisian ulang bahan bakar dalam penerbangan, dan kemampuan untuk menyerang sasaran udara dan darat secara bersamaan. 

Media pemerintah Rusia tahun lalu melaporkan bahwa hingga USD 10 miliar telah di alokasikan ke dalam proyek pengembangan pesawat tempur siluman, yang sedang dipasarkan dengan label harga USD 100 juta. 

Sebaliknya, Raptor AS, yang prototipe yang dikembangkan lebih dari 20 tahun yang lalu, dilaporkan dijual seharga Rp 140 juta per pesawat


Sumber : 

  • archive.kaskus.us
  • internasional.kompas.com
  • wikipedia 
  • www.islamtimes.org

Brevet / Tanda Kualifikasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat


Berikut ini adalah ketentuan penggunaan brevet/tanda kualifikasi yang berlaku di TNI Angkatan Darat. Hal ini sesuai dengan Surat KSAD No. B/347/III/2004 tanggal 15 Maret 2004 tentang Ketentuan Penggunaan brevet/tanda kualifikasi yang berlaku bagi prajurit TNI AD, maka kepada seluruh prajurit TNI AD agar mengikuti ketentuan pokok dan ketentuan khusus dalam penggunaan brevet/tanda kualifikasi yang berlaku di jajaran TNI AD.


Ketentuan Pokok

   1. Pemakaian :
         1. Brevet/tanda kualifikasi yang diperoleh dari hasil pendidikan/pelatihan dipasang secara serasi pada dada sebelah kiri.
         2. Brevet/tanda kualifikasi yang diberikan sebagai kehormatan/penghargaan dipasang secara serasi pada dada sebelah kanan.
         3. Brevet/tanda kualifikasi yang belum ada pengesahannya dari Kasad tidak diperkenankan dipakai.

   2. Batasan Pemakaian :
         1. Untuk pakaian PDH pemakaiannya di dada sebelah kiri maksimal 3 (tiga) buah dan di sebelah kanan maksimal 2 (dua) buah.
         2. Untuk pakaian PDU dan PDL dapat memakai brevet/tanda kualifikasi yang dimiliki.

   3. Jenis Bahan :
         1. PDU dan PDH ; menggunakan jenis bahan dari logam kuningan.
         2. PDLH ; menggunakan jenis bahan dari benang warna kuning/putih dibordir pada dasar kain hijau yang sama dengan warna kain celana.
         3. PDL Loreng ; menggunakan jenis bahan dari benang warna hitam dan hijau dengan dasar kain warna hijau TNI AD.

Ketentuan Khusus

   1. Brevet/tanda kualifikasi yang sifatnya kehormatan/penghargaan hanya dipakai/digunakan pada pakaian PDU/PDL dan dipasang pada dada sebelah kanan.
   2. Brevet/tanda kualifikasi yang belum mendapatkan pengesahan Kasad dan yang diperoleh tidak melalui pendidikan/pelatihan ataupun prosedur, brevet/tanda kualifikasi kehormatan tersebut tidak diperkenankan dipakai.
   3. Khusus prajurit yang tidak memiliki brevet/tanda kualifikasi TNI AD tetapi yang bersangkutan memiliki brevet/tanda kualifikasi dari Angkatan/Institusi lain yang diperoleh melalui pendidikan/pelatihan dan berijazah atau bersertifikat, boleh/dapat memakai hanya satu buah saja untuk PDU. Contoh (Brevet Selam dari TNI AL/POLRI).

Tanda Kualifikasi
Komando

   1. Komando
      Dipakai/digunakan oleh Pa/Ba/Ta yang telah lulus pendidikan Komando di Pusdikpassus, lama pendidikan 6 bulan.
   2. Mobil Udara

      Mobud dipakai/digunakan oleh Pa/Ba/Ta yang telah melaksanakan pendidikan selama 2 minggu di Pusdikpassus. Telah melaksanakan Fast Trooping 10 x, Rapping 10 x, dan Serbuan Mobud 10 x, masing-masing dilakukan dari helikopter.

Para (terjun payung)

   1. Wing Para Dasar

      Dipakai/digunakan oleh Pa/Ba/Ta yang telah melaksanakan 7 x terjun statik atau lebih. Diperoleh melalui latihan Para Dasar selama 1 bulan.

       
   2. Wing Para Dewasa
      Diberikan kepada Pa/Ba/Ta yang telah melaksanakan 30 x terjun statik atau lebih. Merupakan kualifikasi lanjutan terjun Para Dasar. Tidak lagi menggunakan Wing Dasar.
   3. Wing Para Madya
      Dipakai/digunakan oleh Pa/Ba/Ta yang telah melaksanakan 60 x terjun statik atau lebih. Merupakan kualifikasi lanjutan Para Dewasa. Tidak lagi menggunakan Wing Para Dewasa.
   4. Wing Para Utama
      Dpakai/digunakan oleh Pa/Ba/Ta yang telah melaksanakan 100 x terjun statik atau lebih atau bagi yang berkualifikasi Para dan menunjukan prestasi/jasa yang menonjol dalam ke-Paraannya. Merupakan kualifikasi lanjutan dari Para Madya. Tidak lagi menggunakan Wing Para Madya.
   5. Jump Master (Pelatih)
      Dipakai/digunakan oleh Pa/Ba/Ta yang telah melaksanakan 30 x terjun dan lulus Jump Master. Diperoleh melalui latihan selama 3 bulan. Tidak lagi menggunakan Wing Para Utama.
   6. Pandu Udara
      Dipakai/digunakan oleh Pa/Ba/Ta yang telah melaksanakan 30 x terjun dan lulus Pandu Udara.
   7. Free Fall
      Dipakai/digunakan oleh Pa/Ba/Ta yang telah melaksanakan 60 x terjun bebas atau lebih.

Penerbangan
   1. Wing Penerbang
      Dipakai/digunakan oleh Pa yang mempunyai kualifikasi/kemampuan terbang melalui pendidikan penerbangan.
   2. Wing Mekanik
      Dipakai/digunakan oleh anggota yang mempunyai kualifikasi/kemampuan mekanik pesawat terbang.
   3. Wing Avionik
      Dipakai/digunakan oleh anggota yang mempunyai kualifikasi/kemampuan avionik penerbangan.
   4. Wing Pemburu

      Hanya dipakai/digunakan oleh Pa/Ba/Ta yang mengikuti latihan Rajawali I, II dan III. Tidak dipakai untuk Pamen ke atas.

Kavaleri

   1. Pengemudi Ranpur

      Dipakai/digunakan oleh Pa/Ba/Ta Kavaleri yang bertugas di satuan Kavaleri dan telah dinyatakan lulus pengemudi Ranpur Tank/Panser.
   2. Menunggang Kuda Militer
      Dipakai/digunakan Pa/Ba/Ta Kavaleri yang telah lulus sebagai penunggang kuda militer dan bertugas di satuan Kavaleri.

Infanteri
   1. Yudha Wastu Pramuka

      Dipakai/digunakan oleh Pa/Ba/Ta yang telah melaksanakan pendidikan/dasar kecabangan Infanteri. Lama waktu minimal 3 (tiga) bulan.
   2. Tanda Kualifikasi Pelatih (SPI dan SBI)
      Dipakai/digunakan oleh Pa/Ba/Ta yang telah melaksanakan pendidikan kepelatihan Infanteri.
   3. Raider

      Dipakai /digunakan oleh Pa/Ba/Ta yang telah melaksanakan pendidikan Raider. Lama latihan 5 bulan atau lebih.


  Sumber : 
Wikipedia
http://militerania.blogspot.com/2011/10/brevet-tanda-kualifikasi-tentara.html

Sejarah KOWAD (Korp Wanita Angkatan Darat)


Sejarah pembentukan Kowad diilhami oleh hasil perjuangan para pahlawan wanita yang menjadi bukti adanya keikutsertaan kaum wanita dalam bidang pertahanan seperti Laksamana Mala Hayati, Cut Nya' Dien, Christina Martha Tiahahu, dan lain-lainnya. Tonggak awal bagi sejarah perjuangan wanita Indonesia dipelopori oleh R.A. Kartini yang lahir pada tanggal 21 April 1879. 

Dari sejarah perang kemerdekaan kita ketahui bahwa peranan wanita Indonesia pada masa perjuangan melawan Belanda cukup besar. Mereka tidak mau ketinggalan ikut aktif berjuang merebut kemerdekaan Republik Indonesia baik di garis depan maupun di garis belakang dengan mengorganisir diri dalam kelaskaran wanita. Atas pertimbangan tersebut Pemerintah berkeyakinan bahwa dalam angkatan perang disamping menggunakan tenaga pria, ada bagian-bagian tertentu yang lebih tepat menggunakan tenaga wanita. 

Gagasan pembentukan Wanita Angkatan Darat diprakarsai oleh Kolonel Dr. Soemarno selaku Asisten-3 Personil Pangad, yaitu dengan memperkenalkan gagasan tersebut kepada Musyawarah Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) pada tanggal 29 September 1959. Para tokoh organisasi wanita sangat setuju dengan gagasan tersebut, utamanya untuk bidang pekerjaan yang memerlukan keahlian dan kemahiran serta tugas bukan tempur yang sesuai dengan kodrat dan sifat kewanitaannya, yakni penugasan yang membutuhkan ketelitian, ketekunan dan kesabaran. Gagasan untuk menggunakan tenaga wanita dalam organisasi angkatan Darat ternyata disetujui oleh pimpinan Angkatan Darat, yaitu Letjen A.H. Nasution. 


Untuk merealisasi rencana tersebut, dibentuklah Panitia Penasehat pembentukan Kowad berdasarkan Surat Keputusan Menpangad Nomor : Kpts/381/3/1960 tanggal 23 Maret 1960. Ketua Ibu Rahayu Paramita Abdul Rahman dibantu oleh Ibu-ibu dari berbagai organisasi wanita seperti Kowani, PMI, Persit dan lain-lainnya. Kemudian mulai tanggal 1 Pebruari 1960 diperbantukan 5 orang tenaga sipil dari beberapa Departemen sebagai Tenaga Inti Kowad yaitu tenaga pemikir dan perencana sekaligus pelaksana yang langsung menangani yaitu Ibu D. Bunakim dari Dep. PDK bagian Pendidikan Masyarakat, Ibu Eni Karim dari Departemen Sosial, Ibu R. Tambunan dari Departemen PDK bagian Kewanitaan, Ibu Otti Adam dari Direktorat Kesehatan, dan Ibu Mulyati dari Departemen Hankam. Untuk melengkapi pengetahuan kemiliteran mereka mengikuti kursus kemiliteran kemudian diangkat menjadi Kapten Tituler. 

Selanjutnya tenaga inti Kowad mengajukan konsep Lahirnya Kowad kepada pimpinan Angkatan Darat yang disahkan dengan Surat Keputusan Men/Pangad Nomor Kpts-1056/12/1960 tanggal 21 Desember 1960 dan Kpts-1047/8/1962 tanggal 8 Agustus 1962 dan ditetapkan tanggal 22 Desember 1961 sebagai tanggal lahirnya Korps Wanita Angkatan Darat. 

Mabes AD membentuk Markas Kowad dengan Komandan yang pertama Kolonel Inf Kun Kamdani. Sesuai dengan tugas Angkatan Darat dan tujuan pembentukannya, berdasarkan Surat Keputusan Men/Pangad Nomor Kpts/455/1961 tanggal 6 Juni 1961, tugas pokok Kowad ditetapkan sebagai berikut : Bersama-sama dengan cabang¬cabang Lain dalam Angkatan Darat ikut serta dalam pertahanan Negara dengan menggunakan keahLian dan kemahiran anggota-anggotanya untuk tugas tertentu bukan tempur, yang sesuai dengan kodrat dan sifat kewanitaannya, setara dengan emansipasi wanita Indonesia, sehingga tercapai efisiensi yang sebesar-besarnya dalam organ Angkatan Darat. Untuk pengendalian kekuatan Kowad dikeluarkan Keputusan Men/Pangad nomor Kpts-1453/11/1963 tanggal 26 Nopember 1963 bahwa Kowad yang akan dibentuk tidak Lebih dari 1 % kekuatan seluruh TNI AD.

Pada tanggal 23 April 1966 Markas Kowad diubah menjadi Pusat Korps Wanita Angkatan Darat (Puskowad), dan sejak 1 April 1968 Markas Puskowad pindah dari Jl. Merdeka Utara No. 2 ke Y. Kramat Raya No. 99 Jakarta Pusat.

Kamis, 12 Desember 2013

Benarkah Masuk TNI Dipungut Biaya ?



MENJADI seorang TNI adalah cita cita yang didambakan oleh pemuda maupun pemudi, tak heran akhir akhir ini animo pendaftar sangat banyak bahkan melebihi batas yang ditentukan. Sangatlah disayangkan jika tidak mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum mendaftar.
Proses penerimaan anggota TNI bagi para pemuda pemudi yang ingin menjadi anggota TNI khususnya TNI AD tidak akan diminta dana sama sekali. Hal ini masih ada masyarakat  yang mempunyai persepsi (pandangan) yang salah tentang seleksi masuk menjadi prajurit TNI harus bayar.
Apalagi masih banyak ditemukan berita lewat media bahwa masuk TNI dipungut biaya , seperti yang terjadi baru baru ini menimpa seorang PNS di Kabupaten Grobokan meratapi nasibnya dan harus kehilangan uangnya sebesar Rp.67 juta karena telah ditipu.
Warga Ngembel Kidul RT 02 RW 04 Tanggungharjo, Grobogan itu telah menitipkan anaknya yang bernama Janu Purwantono untuk menjadi TNI kepada seseorang yang katanya bisa meloloskan untuk bisa masuk menjadi prajurit TNI.
Fenomena  yang berkembang saat ini justru masih banyak masyarakat beranggapan untuk menjadi anggota TNI paling tidak menyiapkan dana hingga ratusan juta rupiah. Persepesi yang salah tersebut apabila dibiarkan sangat merugikan institusi TNI.
Untuk itu kami berharap agar berhati hatilah bila anaknya ingin menjadi prajurit TNI sebaiknya mempersiapkan dirinya agar bisa lolos seleksi, adakan  latihan fisik seperti lari, renang, pushup, setup agar bisa lolos, bila perlu tanya kepada prajurit terdekat bagaimana menghadapi tes wawancara, tes psikologi ataupun tes lainnya.
Jangan sia-siakan waktu dan gunakan untuk mempersiapkan jauh jauh hari sebelum mendaftar karena pendaftaran setahun dua kali, jadi jangan jauh hari malah mempersiapkan dana untuk bisa meloloskannya.
Hilangkan persepsi seperti itu. Untuk menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia tidak dipungut biaya sepersen pun, kepada para orang tua maupun calon prajurit yang mengikuti tes masuk jangan mempercayai jika ada orang yang mengiming-imingi bisa membantu kelulusan.
Apabila masih menemukan orang yang menawari dengan janji bisa meloloskan anaknya jadi prajurit TNI segera laporkan kepihak aparat yang terkait seperti Polisi Militer atau aparat terkait agar jangan sampai kena tipu seperti yang barusan dialami oleh warga Grobogan tersebut
Sumber http://forum-penulis-pelitaonline-folis-line.pelitaonline.com/news/2013/07/24/benarkah-masuk-tni-dipungut-biaya

Joy Murry Tangkawarouw Lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara

Joy Murry Tangkawarouw Lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara
TERUS belajar dan berinovasi, adalah dua hal yang selalu dilakukan Joy Murry Tangkawarouw, putra Kota Tomohon, kelahiran 2 September 1989 dalam hidupnya. Sehingga tak heran jika si bungsu dari pasangan Drs Tommy Tangkawarouw dan Martha Debora Korompis SPd itu, mampu mengukir prestasi membanggakan di kancah nasional.

Joy, begitu sapaan akrabnya pernah mencatatkan diri sebagai pembentang bendera Sang Merah Putih di Istana Negara tahun 2006 silam, saat dipilih menjadi anggota Paskibraka. Pada tahun ini pun, ia kembali mengukir prestasi membanggakan setelah dipilih sebagai lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara, dalam penandatanganan Sumpah Perwira dihadapan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

“Semua prestasi yang saya capai, saya yakini adalah anugerah Yang Kuasa, dan juga atas dukungan orang tua, yang selalu member dorongan untuk maju dan berprestasi,” ungkap pria yang kini berpangkat Letnan Dua dipundaknya tersebut.

Ia mengaku selama mengikuti pendidikan, tetap bersemangat kendati banyak tantangan yang dihadapi, demi menggapai masa depan yang gemilang. “Ke depan tugas yang menanti pasti sangat berat, terutama dalam menjaga keutuhan NKRI. Tapi, saya bertekad untuk terus maju membangung bangsa ini. Semoga ini dapat memovitasi generasi muda Sulut khususnya Tomohon, untuk berkompetitif dalam kancah pendidikan sebagai calon pemimpin dan penerus masa depan bangsa,” tukasnya.


Sumber http://manado.tribunnews.com/2012/07/18/joy-murry-tangkawarouw-lulusan-terbaik-akademi-angkatan-udara

Akademi Angkatan Udara (AAU)






 

Akademi militer ini awal nya merupakan ide dari Marsekal Suryadi Suryadarma yang menjabat sebagai KSAU pada tahun 1953, saat beliau memberi ceramah di sekolah ilmu siasat angkatan ke III dan IV. Dengan bertambahnya kekuatan personil AURI (sekarang TNI AU) sebagai hasil pendidikan di luar negeri, maka untuk mewujudkan suatu lembaga pendidikan calon perwira di tindak lanjuti. Baru pada tahun 1965 sesuai dengan surat keputusan menteri Menteri / Panglima Angkatan Udara no.52 tahun 1965, Wing pendidikan no. 1 Adi Sucipto yang selama ini melaksanakan pendidikan calon Perwira berbagai jurusan, stastus nya di ubah menjadi AKDEMI ANGKATAN UDARA. Akademi ini di kepalai oleh seorang Pati (perwira tinggi) dengan jabatan sebagai Gubernur. Sebagai Gubernur yang pertama yaitu Komodor Muda Udara S. Dono Indarto, dan yang sekarang dijabat oleh Marsekal Muda TNI Bonggas S Silaen , S.IP.

Pataka AAU/ serta tugas pokok
Pada tanggak 29 Juli 1965 Pataka AAU diserahkan oleh Presiden RI ir. Soekarno kepada Komandan Jenderal AAU Komodor Udara S. Dono Indarto. Pataka AAU memuat slogan dan falsafah hidup ksatria “Vidya Karma Vira Pakca,” Vidya berarti pengetahuan, Karma berarti perbuatan, Vira berarti berani, dan Pakca berate melindungi. Kesimpulan arti slogan tersebut adalah setiap perwira hasil godokan kawah candradimuka (AAU) dengan bersenjatakan ilmu sakti yang didapatkan sanggup dan berani bertindak mengamalkan darma baktinya sebagai ksatria yang berani, jujur dan bijaksana berjuang tanpa pamrih demi keselamatan dan kejayaan bangsa dan negara. Pada awal berdirinya, di tetapkan bahwa tugas pokok AAU adalah melahirkan perwira Angkatan Udara yang memiliki watak sebagai seorang warga negara yang berjiwa pancasila, tak kenal menyerah, setia kepada nusa dan bangsa. Sedangkan tujuannya AAU mendidik dan melahirkan perwira-perwira Angkatan Udara yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: Pancasilais, berjiwa ksatria, atau pemimpin yang bertanggung jawab, tehnis up to date (terkini), ahli dalam bidangnya masing-masing. 

Dengan demikian untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut maka AAU menyelenggarakan pendidikan yang meliputi : pendidikan mental, fisik,dan kecendikiaan. Tiga sasaran pendidikan ini kemudian menjadi falsafah “ Tri Sakti Viratama” yaitu : Tanggap, Tanggon dan Trengginas. Anak didik diharapkan tanggap dalam meneriama ilmudan berolah piker, Tanggaon berate tahan uji , tekun , dan ulet, trenginas diartikan sigap , terampil dan smapta. Dalam implementasi penugasan seorang perwira juga harus melihat makna tri sakti viratama yaitu memeliki kemampuan mental, cendekiawan, dan phisik. Artinya memiliki mental kuat dan bertangung jawab atas tugas yang di embannya. Cendekiawan mempunyai kemampuan dan kecerdasan tinggi untuk menghadapi medan penugasan. Phisik berarti sehat jasmani tidak mengenal lelah untuk mencapai tujuan menyelesaikan penugasan . seorang calon perwira juga harus tertanam dalam jiwanya “ Dwiwarna Purwa Cedekia Wusana” artinya seorang calon perwira terlebih dahulu mengedepankan jiwa juang (Dwi warna)yang kemudian di dukung oleh intelegensia / kecerdasan serta profesionalisme (Cendikia Wusana). Untuk memdidik mental, AAU menyelenggarakan kuliah-kuliah pengetahuan UUD 45, Pancasila, agama, kepemimpinan, dan latihan militer lain nya. Dengan maksud membentuk dan memupuk manusia Indonesia sejati. Memupuk sifat-sifat keperwiraan Ksatria ndonesia yang berdasarkan tasa ideologi negara, untuk dapat melaksanakan tugasnya di dalam Angkatan Udara Republik Indonesia.

Metode / Sistem Pendidikan
Sistem pendidikan AAU adalah rangkaian kegiatan yang diterapkan dalam pelaksanaan pendidikan. Rangkaian cara atau kegiatan yang diterapkan tersebut berupa ketentuan penyelenggaraan pendidikan yang menggambarkan lingkup kegiatan dan persyaratan pendidikan yang dikaitkan dengan tingkat kualifikasi yang diinginkan. Dengan penerapan sistem pendidikan seperti itu, proses penyelenggaraan pendidikan AAU didasarkan pada program dan pelaksanaan secara tertib serta teratur sehingga dicapai hasil sesuai dengan tujuan penyelenggaraan pendidikan seperti ditentukan dalam kurikulum AAU. Seperti layaknya di perguruan tinggi negeri ataupun swasta AAU juga menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS), dalam penye-lenggaraan SKS, setiap mata kuliah diberi nilai kredit yang ditentukan berdasarkan besarnya usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinyatakan dalam program perku-liahan, praktikum/praktik, latihan, dan penyusunan tugas akhir. Serta Satuan Kredit Semester (sks) adalah suatu ukuran yang digunakan dalam bentuk pengakuan atas beban studi Karbol, besarnya usaha yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu program, serta besarnya usaha yang diperlukan untuk menyelenggarakan pendidikan tingkat perguruan tinggi mata kuliahpun juga di kombinasi antara matakuliah militer dan matakuliah umum seperti yang terdapat dalam perguruan tinggi lainnya. AAU menerapkan metode pengasuhan, pengasuhan merupakan metode pelaksa-naan pendidikan dalam bentuk bimbingan dan penyuluhan dengan sasaran berupa penanaman dan pemantapan nilai-nilai budaya serta penguasaan pengetahuan akademis dalam rangka pembentukan prajurit pejuang Saptamarga dengan titik berat pada aspek kejuangan, budi pekerti, tingkah laku, dan kemampuan dalam mengimple-mentasikan kepemimpinan dan keorganisasian.

Pengasuhan merupakan bidang tugas yang secara langsung menjadi tanggung jawab pengasuh/para komandan dalam hal ini Komandan Wing (danwing) karbol. Penilaian bidang kepribadian dilaksanakan secara berkelanjutan selama masa pendidikan. Penilaian ini dilakukan melalui pengamatan baik secara langsung maupun tidak langsung, wawancara, dan pencatatan perilaku sehari-hari karbol oleh pengasuh serta mempertimbangkan pencapaian nilai pengasuhan. Selain metode pengasuhan metode Pengajaran merupakan metode pelaksa-naan pendidikan dalam bentuk kuliah/tatap muka dan instruksional di kelas dengan sasaran penge-nalan/pemahaman/penguasaan ilmu pengetahuan akademis dalam rangka pembentukan kepribadian prajurit pejuang Saptamarga dengan titik berat pada aspek intelektual (kecerdasan). Pengajaran merupakan bidang tugas yang secara langsung menjadi tanggung jawab dosen. Pola pendidikan dalam urunan waktu berlangsung selama tiga tahun plus 12 bulan, yaitu program pendidikan yang pelaksanaanya terbagi menjadi dua kurun waktu, meliputi 12 bulan pendidikan integratif bersama matra lain (darat, laut, udara) dan selama tiga tahun pendidikan di AAU. Prinsip yang digunakan dalam pengasuhan adalah silih asih, silih asah dan silih asuh dengan pendekatan “ Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, dan tut wuri handayani” .

Tingkatan-tingkatan dalam pendidikan AAU pun di bagi menjadi empat tingkat. Tingkat I 
Kopral udara Karbol, yang lulus dinaikan menjadi Sersan Udara Karbol. 
Tingkat II 
Sersan Taruna, Yang lulus menjadi Sersan Mayor Udara Dua taruna. (Sermadatar).
Tingkat III
Semadatar, yang lulus naik menjadi Sersan Mayor Udara Satu (Sermatutar)
Tingkat IV
Sermatutar wajib mengikuti ujian akhir dan lulus dilantik sebagai Perwira remaja (Letda)


Karbol
Satu lagi keunikan dari AAU ini adalah para taruna nya menyandang nama KARBOL sebagai sebutan untuk para Taruna AAU ini. Karbol atau Krullebol adalah sapaan bagi Laksamana Madya Udara Profesor Doktor Abdulrahman Saleh (almarhum), saat masih manjadi mahasiswa beliau masih mahasiswa Kedokteran di "Geneeskundige Ilogeschool" Batavia (sekarang "Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia")beliau dikenal sebagai satu-satunya ahli ilmu "Faal" pada saat itu di zaman jajahan pemerintahan Hindia Belanda. Sebagai mahasiswa senior beliau dikenal sebagai orang yang menekuni radiotelegrafi. Bahkan pada zaman pendudukan pemerintah militer Jepang, beliau berhasil merakit stasiun radio amatir di asrama Salemba Jakarta. Di samping itu beliau juga dikenal sebagai mahasiswa yang menekuni mesin-mesin mobil dan mesin-mesin pabrik pada zaman Belanda pada waktu itu boleh dikatakan "Langka". Segala sesuatu yang berkaitan dengan perlistrikan, baik dalam ilmu pengetahuan maupun prakteknya beliau kuasai. Secara fisik, Abdulrahman Saleh yang lahir pada 1 Juli 1909 di Kwitang, Jakarta, adalah seorang Pemuda yang bertubuh tegap, tinggi, berbadan atletis, kulit sedikit gelap dengan rambut keriting (ikal). Dikalangan para dosen (yang kebanyakan orang Belanda) Abdulrachman Saleh dikenal karena otaknya yang cemerlang, inovatif sekaligus kreatif. Meskipun ia adalah orang pribumi, namun pribadi nya tidak kalah dengan mahasiswa lain yang kebanyakan orang Belanda.
Karena berbagai ciri keunggulan, salah seorang dosennya yang orang Belanda sering memanggil Abdulrachman Saleh dengan sebutan Krullebol (si Kriting yang cerdas). penggunaan istilah Karbol pun mendapat de yure. Melalui surat Keputusan Kepala Staf TNI AU Nomor : Skep 179/VII/2000 tanggal 18 Juli 2000. Kasau yang waktu itu dijabat oleh Marsekal TNI Hanafi Asnan memandang perlu adanya aturan tentang penggunaan sebutan Karbol bagi Taruna AAU


Fasilitas AAU
Sebuah akademi sudah sepantas nya mempunyai fasilitas-fasilitas penunjang kegiatan perkuliahan maupun praktikum bahkan juga untuk kegiaatan olahraga ataupun ekstra kuriluler. Di AAU sendiri pada tahap awal perkembangan gedung dan fasilitas-fasilitas lain hingga sekitar tahun 1966 adalah :ruang-ruang kuliah. laboratorium-laboratorium dari mulai laboratorium kimia, minyak, elektronika/computer, metalurgi fisika ,dan bahasa Inggris. Perkantoran terdiri empat flat, dua tingkat yaitu flat Viratama I, II, III, dan IV. Diantaranya terdapat ruang kerja gubernus dan wakil gubernur, 3 ruang kuliah umum (ruang U) masing-masing berkapasitas 160 orang karbol. Untuk tempat tinggal Karbol selama mengikuti pendidikan, di sediakan enam flat dua tingkat yang mampu menampung 720 karbol. Wisma karbol ini dihubungkan langsung dengan ruang makan “ Handrawina,” yang luas. Digedung yang terdapat didepan nya monument pesawat Sky hawk ini pula dapat diselenggarakan berbagai acara atau upacara.

Utuk kegiatan olah raga dalam ruangan terdapat sebuah fasilitas gymnasium “Teleng Krida”, terdapat fasilitas lapangan basket, bulutangkis, dan berbagai macam olah raga beladiri. Di sebelah selatan teleng krida terdapat stadion olah raga yang diberi nama Sasana Krida, di depan stadion ini terdapat dua buah lapangan sepak bola terbuka serta sebuah kolam renang. Menyusul pembangunan tahap ke tiga di tahun 80an sebuah lapangan tembak “Astra Krida,” kolam renang “Tirta Krida,” dan Work Shop terdiri dari empat gedung yang di pergunakan untuk laboratrium : sistim pesawat, sistim senjata, praktek perbekalan, dan pergudangan.
 

 
ini ketemu para karbol di skadik 204 lagi latihan para dasar
 

Jeremias Rontini, Kapolres Termuda di Seluruh Indonesia



Kapolres Mimika AKBP Jeremias Rontini, SIK adalah salah seorang Kapolres termuda di seluruh Indonesia. Betapa  tidak, ia dilantik sebagai  Kapolres Boven Digoel  pada 2011 lalu ketika usianya baru mencapai 37 tahun.
Ia juga dikenal di Jajaran Polda Papua, sebagai tipikal anggota Polri masa kini yang cepat dan tepat menangani sebuah konflik masyarakat. Apa saja tugas dan tanggung jawab yang telah diembannnya?
APABILA sebelumnya telah dikisahkan AKBP Jhonny Edison Isir, yang kini menjabat Kapolres Jayawijaya sebagai  lulusan Akpol terbaik pada  1996, maka rekan seangkatannya AKBP Jeremias Rontini, SIK sebagai Kapolres termuda di seluruh Indonesia.
Jeremias Rontini adalah salah satu dari tiga putra asli Papua yang  berhasil masuk Akpol Semarang  tahun 1996, bersama AKBP Jhonny Edison Isir dan AKBP Erik Sully yang kini menjabat Waden Gegana Brimob Polda Papua.  Sedangkan seorang putra asli Papua lainnya diterima di Akmil Magelang.
“Kami ada tiga orang dan semuanya ada di jajaran Polda Papua. Ada satu lagi dileting kami, namun dia direkrut di TNI yaitu Mayor CAJ Ottow Resalino Maniagasi, saat ini informasinya dia lagi Sesko di Bandung. Kami berempat sama-sama menempuh pendidikan SMA Taruna Nusantara Magelang dan juga sama-sama tes dan sama-sama diterima,” kenangnya ketika sama-sama berjuang dalam mengejar pendidikan dan juga cita-cita.
Dikatakan Jeremias Rontini, persaingan mereka tak semata siapa yang pintar dan siapa yang mendapatkan pangkat tertinggi. Tapi mensejajarkan kemajuannya dengan rekan-rekan mahasiswa dari diluar Papua, selama 8 tahun didunia pendidikan.
Jeremias Rontini menuturkan, setelah lulus Akpol ‘1996 ia ditugaskan di Brimob Kelapa Dua, Jakarta dengan pangkat AKP. Karirnya terus menanjak hingga menjabat Danton Danton Kie Yon B Men Ipada tahun 1997.  Selanjutnya, ia  menjabat Pasi Intel Yon A Men III  tahun 2000.
Menurut Jeremias Rontini, ia sempat menjabat Pama Polda Papua selama satu bulan pada bulan April 2006. Bahkan ketika berpangkat AKP  ia menjabat  Waka Den B Sat Brimob Polda Papua. Setahun kemudian ia menjabat Wakapolres Puncak Jaya selama dua bulan. Selanjutnya, menjabat  Wakaden B Mimika Sat Brimob Polda Papua pada September 2007 dan Wakapolres Mimika.
Tahun 2010 Jeremias Rontini  mengikuti Sespim, selanjutnya bertugas di Polda Papua. Tak lama kemudian, ia dilantik sebagai Kasatgas Objek Vital Nasional di tambang emas PT. Freeport Indonesia di Mimika. Sepulang dari Mimika, Jeremias Rontini  dilantik sebagai Kapolres di Boven Digoel pada Oktober 2011.
“Saya satu-satunya Kapolres berpangkat Kompol, sehingga saya disebut-sebut Kapolres termuda diseluruh Indonesia,” katanya bangga, seraya menambahkan dirinya  lebih kaget lagi, ketika ia dipercayakan menjadi Kapolres Mimika.”
Ditanya seorang Jeremias Rontini dikenal cepat dnn tepat mengatasi konflik, Jeremias mengaku untuk menciptakan aman dan nyaman kuncinya soliditas. Soliditas menyangkut kepentingan publik.
“Kita harus lakukan dengan langkah-langkah yang solid, baik dari pemerintah, teman-teman TNI serta  elemen masyarakat, agama dan intelektual serta internal. Tanpa hal itu tak akan pernah memecahkan masalah di Papua,” tukas anak kedua  dari enam bersaudara.(*/don/l03/@dv)
RIWAYAT HIDUP
Nama                      : Jeremias Rontini
Jabatan                   : Kapolres Mimika
Tempat/ /Tgl Lahir   : 18 Agustus 1974
Agama                    : Kristen
PENDIDIKAN UMUM
SD  1987
SMP 1990
SMA 1993
S2  2011
PENDIDIKAN POLISI
Akpol  1996
PTIK 2005
Sespim 2010
PENDIDIKAN JURUSAN
Das Pa Brimob  1997
Sus  Bahasa Inggris  1997
Pelopor  1998
PANGKAT
Ipda 1996
Iptu 2000
AKP 2003
Kompol 2008
AKBP 2012
RIWAYAT  JABATAN
11-07-1997  Pama Korbrimob Polri
30-12 -1997 Danton Kie Yon B Men I
01-12-2000  Pasi Intel Yon A Men III
26-04-2001  Danki 3 Yon C Men III
17-05-2002  Pasi Ops Yon C  Men III
06-06-2005  Pama PTIK
11-04-2006  Pama Polda Papua
19-05-2006  Waka Den B Sat Brimob Polda Papua
04-07-2007  Waka  Polres Puncak Jaya
19-09-2007  Waka Den B Mimika Sat Brimob Polda Papua
08-10-2008  Waka Polres  Mimika
08-10-2010  Pamen Polda Papua
19-10-2010  Kasat II Dit Narkoba Polda Papua
31-07-2011  Kasubdit Kilas Dit Pamovit Polda Papua
19-10-2011  Kapolres Boven Digoel
24-10-2012  Kapolres Mimika
TANDA JASA
Satya Lacana Kesetiaan 8 Tahun
Satya Lacana Dharma Nusa
LAPORAN: MAKAWARU DA CUNHA/BINTANG PAPUA
Sumber: