Kamis, 12 Desember 2013

Benarkah Masuk TNI Dipungut Biaya ?



MENJADI seorang TNI adalah cita cita yang didambakan oleh pemuda maupun pemudi, tak heran akhir akhir ini animo pendaftar sangat banyak bahkan melebihi batas yang ditentukan. Sangatlah disayangkan jika tidak mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum mendaftar.
Proses penerimaan anggota TNI bagi para pemuda pemudi yang ingin menjadi anggota TNI khususnya TNI AD tidak akan diminta dana sama sekali. Hal ini masih ada masyarakat  yang mempunyai persepsi (pandangan) yang salah tentang seleksi masuk menjadi prajurit TNI harus bayar.
Apalagi masih banyak ditemukan berita lewat media bahwa masuk TNI dipungut biaya , seperti yang terjadi baru baru ini menimpa seorang PNS di Kabupaten Grobokan meratapi nasibnya dan harus kehilangan uangnya sebesar Rp.67 juta karena telah ditipu.
Warga Ngembel Kidul RT 02 RW 04 Tanggungharjo, Grobogan itu telah menitipkan anaknya yang bernama Janu Purwantono untuk menjadi TNI kepada seseorang yang katanya bisa meloloskan untuk bisa masuk menjadi prajurit TNI.
Fenomena  yang berkembang saat ini justru masih banyak masyarakat beranggapan untuk menjadi anggota TNI paling tidak menyiapkan dana hingga ratusan juta rupiah. Persepesi yang salah tersebut apabila dibiarkan sangat merugikan institusi TNI.
Untuk itu kami berharap agar berhati hatilah bila anaknya ingin menjadi prajurit TNI sebaiknya mempersiapkan dirinya agar bisa lolos seleksi, adakan  latihan fisik seperti lari, renang, pushup, setup agar bisa lolos, bila perlu tanya kepada prajurit terdekat bagaimana menghadapi tes wawancara, tes psikologi ataupun tes lainnya.
Jangan sia-siakan waktu dan gunakan untuk mempersiapkan jauh jauh hari sebelum mendaftar karena pendaftaran setahun dua kali, jadi jangan jauh hari malah mempersiapkan dana untuk bisa meloloskannya.
Hilangkan persepsi seperti itu. Untuk menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia tidak dipungut biaya sepersen pun, kepada para orang tua maupun calon prajurit yang mengikuti tes masuk jangan mempercayai jika ada orang yang mengiming-imingi bisa membantu kelulusan.
Apabila masih menemukan orang yang menawari dengan janji bisa meloloskan anaknya jadi prajurit TNI segera laporkan kepihak aparat yang terkait seperti Polisi Militer atau aparat terkait agar jangan sampai kena tipu seperti yang barusan dialami oleh warga Grobogan tersebut
Sumber http://forum-penulis-pelitaonline-folis-line.pelitaonline.com/news/2013/07/24/benarkah-masuk-tni-dipungut-biaya

Joy Murry Tangkawarouw Lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara

Joy Murry Tangkawarouw Lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara
TERUS belajar dan berinovasi, adalah dua hal yang selalu dilakukan Joy Murry Tangkawarouw, putra Kota Tomohon, kelahiran 2 September 1989 dalam hidupnya. Sehingga tak heran jika si bungsu dari pasangan Drs Tommy Tangkawarouw dan Martha Debora Korompis SPd itu, mampu mengukir prestasi membanggakan di kancah nasional.

Joy, begitu sapaan akrabnya pernah mencatatkan diri sebagai pembentang bendera Sang Merah Putih di Istana Negara tahun 2006 silam, saat dipilih menjadi anggota Paskibraka. Pada tahun ini pun, ia kembali mengukir prestasi membanggakan setelah dipilih sebagai lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara, dalam penandatanganan Sumpah Perwira dihadapan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

“Semua prestasi yang saya capai, saya yakini adalah anugerah Yang Kuasa, dan juga atas dukungan orang tua, yang selalu member dorongan untuk maju dan berprestasi,” ungkap pria yang kini berpangkat Letnan Dua dipundaknya tersebut.

Ia mengaku selama mengikuti pendidikan, tetap bersemangat kendati banyak tantangan yang dihadapi, demi menggapai masa depan yang gemilang. “Ke depan tugas yang menanti pasti sangat berat, terutama dalam menjaga keutuhan NKRI. Tapi, saya bertekad untuk terus maju membangung bangsa ini. Semoga ini dapat memovitasi generasi muda Sulut khususnya Tomohon, untuk berkompetitif dalam kancah pendidikan sebagai calon pemimpin dan penerus masa depan bangsa,” tukasnya.


Sumber http://manado.tribunnews.com/2012/07/18/joy-murry-tangkawarouw-lulusan-terbaik-akademi-angkatan-udara

Akademi Angkatan Udara (AAU)






 

Akademi militer ini awal nya merupakan ide dari Marsekal Suryadi Suryadarma yang menjabat sebagai KSAU pada tahun 1953, saat beliau memberi ceramah di sekolah ilmu siasat angkatan ke III dan IV. Dengan bertambahnya kekuatan personil AURI (sekarang TNI AU) sebagai hasil pendidikan di luar negeri, maka untuk mewujudkan suatu lembaga pendidikan calon perwira di tindak lanjuti. Baru pada tahun 1965 sesuai dengan surat keputusan menteri Menteri / Panglima Angkatan Udara no.52 tahun 1965, Wing pendidikan no. 1 Adi Sucipto yang selama ini melaksanakan pendidikan calon Perwira berbagai jurusan, stastus nya di ubah menjadi AKDEMI ANGKATAN UDARA. Akademi ini di kepalai oleh seorang Pati (perwira tinggi) dengan jabatan sebagai Gubernur. Sebagai Gubernur yang pertama yaitu Komodor Muda Udara S. Dono Indarto, dan yang sekarang dijabat oleh Marsekal Muda TNI Bonggas S Silaen , S.IP.

Pataka AAU/ serta tugas pokok
Pada tanggak 29 Juli 1965 Pataka AAU diserahkan oleh Presiden RI ir. Soekarno kepada Komandan Jenderal AAU Komodor Udara S. Dono Indarto. Pataka AAU memuat slogan dan falsafah hidup ksatria “Vidya Karma Vira Pakca,” Vidya berarti pengetahuan, Karma berarti perbuatan, Vira berarti berani, dan Pakca berate melindungi. Kesimpulan arti slogan tersebut adalah setiap perwira hasil godokan kawah candradimuka (AAU) dengan bersenjatakan ilmu sakti yang didapatkan sanggup dan berani bertindak mengamalkan darma baktinya sebagai ksatria yang berani, jujur dan bijaksana berjuang tanpa pamrih demi keselamatan dan kejayaan bangsa dan negara. Pada awal berdirinya, di tetapkan bahwa tugas pokok AAU adalah melahirkan perwira Angkatan Udara yang memiliki watak sebagai seorang warga negara yang berjiwa pancasila, tak kenal menyerah, setia kepada nusa dan bangsa. Sedangkan tujuannya AAU mendidik dan melahirkan perwira-perwira Angkatan Udara yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: Pancasilais, berjiwa ksatria, atau pemimpin yang bertanggung jawab, tehnis up to date (terkini), ahli dalam bidangnya masing-masing. 

Dengan demikian untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut maka AAU menyelenggarakan pendidikan yang meliputi : pendidikan mental, fisik,dan kecendikiaan. Tiga sasaran pendidikan ini kemudian menjadi falsafah “ Tri Sakti Viratama” yaitu : Tanggap, Tanggon dan Trengginas. Anak didik diharapkan tanggap dalam meneriama ilmudan berolah piker, Tanggaon berate tahan uji , tekun , dan ulet, trenginas diartikan sigap , terampil dan smapta. Dalam implementasi penugasan seorang perwira juga harus melihat makna tri sakti viratama yaitu memeliki kemampuan mental, cendekiawan, dan phisik. Artinya memiliki mental kuat dan bertangung jawab atas tugas yang di embannya. Cendekiawan mempunyai kemampuan dan kecerdasan tinggi untuk menghadapi medan penugasan. Phisik berarti sehat jasmani tidak mengenal lelah untuk mencapai tujuan menyelesaikan penugasan . seorang calon perwira juga harus tertanam dalam jiwanya “ Dwiwarna Purwa Cedekia Wusana” artinya seorang calon perwira terlebih dahulu mengedepankan jiwa juang (Dwi warna)yang kemudian di dukung oleh intelegensia / kecerdasan serta profesionalisme (Cendikia Wusana). Untuk memdidik mental, AAU menyelenggarakan kuliah-kuliah pengetahuan UUD 45, Pancasila, agama, kepemimpinan, dan latihan militer lain nya. Dengan maksud membentuk dan memupuk manusia Indonesia sejati. Memupuk sifat-sifat keperwiraan Ksatria ndonesia yang berdasarkan tasa ideologi negara, untuk dapat melaksanakan tugasnya di dalam Angkatan Udara Republik Indonesia.

Metode / Sistem Pendidikan
Sistem pendidikan AAU adalah rangkaian kegiatan yang diterapkan dalam pelaksanaan pendidikan. Rangkaian cara atau kegiatan yang diterapkan tersebut berupa ketentuan penyelenggaraan pendidikan yang menggambarkan lingkup kegiatan dan persyaratan pendidikan yang dikaitkan dengan tingkat kualifikasi yang diinginkan. Dengan penerapan sistem pendidikan seperti itu, proses penyelenggaraan pendidikan AAU didasarkan pada program dan pelaksanaan secara tertib serta teratur sehingga dicapai hasil sesuai dengan tujuan penyelenggaraan pendidikan seperti ditentukan dalam kurikulum AAU. Seperti layaknya di perguruan tinggi negeri ataupun swasta AAU juga menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS), dalam penye-lenggaraan SKS, setiap mata kuliah diberi nilai kredit yang ditentukan berdasarkan besarnya usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinyatakan dalam program perku-liahan, praktikum/praktik, latihan, dan penyusunan tugas akhir. Serta Satuan Kredit Semester (sks) adalah suatu ukuran yang digunakan dalam bentuk pengakuan atas beban studi Karbol, besarnya usaha yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu program, serta besarnya usaha yang diperlukan untuk menyelenggarakan pendidikan tingkat perguruan tinggi mata kuliahpun juga di kombinasi antara matakuliah militer dan matakuliah umum seperti yang terdapat dalam perguruan tinggi lainnya. AAU menerapkan metode pengasuhan, pengasuhan merupakan metode pelaksa-naan pendidikan dalam bentuk bimbingan dan penyuluhan dengan sasaran berupa penanaman dan pemantapan nilai-nilai budaya serta penguasaan pengetahuan akademis dalam rangka pembentukan prajurit pejuang Saptamarga dengan titik berat pada aspek kejuangan, budi pekerti, tingkah laku, dan kemampuan dalam mengimple-mentasikan kepemimpinan dan keorganisasian.

Pengasuhan merupakan bidang tugas yang secara langsung menjadi tanggung jawab pengasuh/para komandan dalam hal ini Komandan Wing (danwing) karbol. Penilaian bidang kepribadian dilaksanakan secara berkelanjutan selama masa pendidikan. Penilaian ini dilakukan melalui pengamatan baik secara langsung maupun tidak langsung, wawancara, dan pencatatan perilaku sehari-hari karbol oleh pengasuh serta mempertimbangkan pencapaian nilai pengasuhan. Selain metode pengasuhan metode Pengajaran merupakan metode pelaksa-naan pendidikan dalam bentuk kuliah/tatap muka dan instruksional di kelas dengan sasaran penge-nalan/pemahaman/penguasaan ilmu pengetahuan akademis dalam rangka pembentukan kepribadian prajurit pejuang Saptamarga dengan titik berat pada aspek intelektual (kecerdasan). Pengajaran merupakan bidang tugas yang secara langsung menjadi tanggung jawab dosen. Pola pendidikan dalam urunan waktu berlangsung selama tiga tahun plus 12 bulan, yaitu program pendidikan yang pelaksanaanya terbagi menjadi dua kurun waktu, meliputi 12 bulan pendidikan integratif bersama matra lain (darat, laut, udara) dan selama tiga tahun pendidikan di AAU. Prinsip yang digunakan dalam pengasuhan adalah silih asih, silih asah dan silih asuh dengan pendekatan “ Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, dan tut wuri handayani” .

Tingkatan-tingkatan dalam pendidikan AAU pun di bagi menjadi empat tingkat. Tingkat I 
Kopral udara Karbol, yang lulus dinaikan menjadi Sersan Udara Karbol. 
Tingkat II 
Sersan Taruna, Yang lulus menjadi Sersan Mayor Udara Dua taruna. (Sermadatar).
Tingkat III
Semadatar, yang lulus naik menjadi Sersan Mayor Udara Satu (Sermatutar)
Tingkat IV
Sermatutar wajib mengikuti ujian akhir dan lulus dilantik sebagai Perwira remaja (Letda)


Karbol
Satu lagi keunikan dari AAU ini adalah para taruna nya menyandang nama KARBOL sebagai sebutan untuk para Taruna AAU ini. Karbol atau Krullebol adalah sapaan bagi Laksamana Madya Udara Profesor Doktor Abdulrahman Saleh (almarhum), saat masih manjadi mahasiswa beliau masih mahasiswa Kedokteran di "Geneeskundige Ilogeschool" Batavia (sekarang "Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia")beliau dikenal sebagai satu-satunya ahli ilmu "Faal" pada saat itu di zaman jajahan pemerintahan Hindia Belanda. Sebagai mahasiswa senior beliau dikenal sebagai orang yang menekuni radiotelegrafi. Bahkan pada zaman pendudukan pemerintah militer Jepang, beliau berhasil merakit stasiun radio amatir di asrama Salemba Jakarta. Di samping itu beliau juga dikenal sebagai mahasiswa yang menekuni mesin-mesin mobil dan mesin-mesin pabrik pada zaman Belanda pada waktu itu boleh dikatakan "Langka". Segala sesuatu yang berkaitan dengan perlistrikan, baik dalam ilmu pengetahuan maupun prakteknya beliau kuasai. Secara fisik, Abdulrahman Saleh yang lahir pada 1 Juli 1909 di Kwitang, Jakarta, adalah seorang Pemuda yang bertubuh tegap, tinggi, berbadan atletis, kulit sedikit gelap dengan rambut keriting (ikal). Dikalangan para dosen (yang kebanyakan orang Belanda) Abdulrachman Saleh dikenal karena otaknya yang cemerlang, inovatif sekaligus kreatif. Meskipun ia adalah orang pribumi, namun pribadi nya tidak kalah dengan mahasiswa lain yang kebanyakan orang Belanda.
Karena berbagai ciri keunggulan, salah seorang dosennya yang orang Belanda sering memanggil Abdulrachman Saleh dengan sebutan Krullebol (si Kriting yang cerdas). penggunaan istilah Karbol pun mendapat de yure. Melalui surat Keputusan Kepala Staf TNI AU Nomor : Skep 179/VII/2000 tanggal 18 Juli 2000. Kasau yang waktu itu dijabat oleh Marsekal TNI Hanafi Asnan memandang perlu adanya aturan tentang penggunaan sebutan Karbol bagi Taruna AAU


Fasilitas AAU
Sebuah akademi sudah sepantas nya mempunyai fasilitas-fasilitas penunjang kegiatan perkuliahan maupun praktikum bahkan juga untuk kegiaatan olahraga ataupun ekstra kuriluler. Di AAU sendiri pada tahap awal perkembangan gedung dan fasilitas-fasilitas lain hingga sekitar tahun 1966 adalah :ruang-ruang kuliah. laboratorium-laboratorium dari mulai laboratorium kimia, minyak, elektronika/computer, metalurgi fisika ,dan bahasa Inggris. Perkantoran terdiri empat flat, dua tingkat yaitu flat Viratama I, II, III, dan IV. Diantaranya terdapat ruang kerja gubernus dan wakil gubernur, 3 ruang kuliah umum (ruang U) masing-masing berkapasitas 160 orang karbol. Untuk tempat tinggal Karbol selama mengikuti pendidikan, di sediakan enam flat dua tingkat yang mampu menampung 720 karbol. Wisma karbol ini dihubungkan langsung dengan ruang makan “ Handrawina,” yang luas. Digedung yang terdapat didepan nya monument pesawat Sky hawk ini pula dapat diselenggarakan berbagai acara atau upacara.

Utuk kegiatan olah raga dalam ruangan terdapat sebuah fasilitas gymnasium “Teleng Krida”, terdapat fasilitas lapangan basket, bulutangkis, dan berbagai macam olah raga beladiri. Di sebelah selatan teleng krida terdapat stadion olah raga yang diberi nama Sasana Krida, di depan stadion ini terdapat dua buah lapangan sepak bola terbuka serta sebuah kolam renang. Menyusul pembangunan tahap ke tiga di tahun 80an sebuah lapangan tembak “Astra Krida,” kolam renang “Tirta Krida,” dan Work Shop terdiri dari empat gedung yang di pergunakan untuk laboratrium : sistim pesawat, sistim senjata, praktek perbekalan, dan pergudangan.
 

 
ini ketemu para karbol di skadik 204 lagi latihan para dasar
 

Jeremias Rontini, Kapolres Termuda di Seluruh Indonesia



Kapolres Mimika AKBP Jeremias Rontini, SIK adalah salah seorang Kapolres termuda di seluruh Indonesia. Betapa  tidak, ia dilantik sebagai  Kapolres Boven Digoel  pada 2011 lalu ketika usianya baru mencapai 37 tahun.
Ia juga dikenal di Jajaran Polda Papua, sebagai tipikal anggota Polri masa kini yang cepat dan tepat menangani sebuah konflik masyarakat. Apa saja tugas dan tanggung jawab yang telah diembannnya?
APABILA sebelumnya telah dikisahkan AKBP Jhonny Edison Isir, yang kini menjabat Kapolres Jayawijaya sebagai  lulusan Akpol terbaik pada  1996, maka rekan seangkatannya AKBP Jeremias Rontini, SIK sebagai Kapolres termuda di seluruh Indonesia.
Jeremias Rontini adalah salah satu dari tiga putra asli Papua yang  berhasil masuk Akpol Semarang  tahun 1996, bersama AKBP Jhonny Edison Isir dan AKBP Erik Sully yang kini menjabat Waden Gegana Brimob Polda Papua.  Sedangkan seorang putra asli Papua lainnya diterima di Akmil Magelang.
“Kami ada tiga orang dan semuanya ada di jajaran Polda Papua. Ada satu lagi dileting kami, namun dia direkrut di TNI yaitu Mayor CAJ Ottow Resalino Maniagasi, saat ini informasinya dia lagi Sesko di Bandung. Kami berempat sama-sama menempuh pendidikan SMA Taruna Nusantara Magelang dan juga sama-sama tes dan sama-sama diterima,” kenangnya ketika sama-sama berjuang dalam mengejar pendidikan dan juga cita-cita.
Dikatakan Jeremias Rontini, persaingan mereka tak semata siapa yang pintar dan siapa yang mendapatkan pangkat tertinggi. Tapi mensejajarkan kemajuannya dengan rekan-rekan mahasiswa dari diluar Papua, selama 8 tahun didunia pendidikan.
Jeremias Rontini menuturkan, setelah lulus Akpol ‘1996 ia ditugaskan di Brimob Kelapa Dua, Jakarta dengan pangkat AKP. Karirnya terus menanjak hingga menjabat Danton Danton Kie Yon B Men Ipada tahun 1997.  Selanjutnya, ia  menjabat Pasi Intel Yon A Men III  tahun 2000.
Menurut Jeremias Rontini, ia sempat menjabat Pama Polda Papua selama satu bulan pada bulan April 2006. Bahkan ketika berpangkat AKP  ia menjabat  Waka Den B Sat Brimob Polda Papua. Setahun kemudian ia menjabat Wakapolres Puncak Jaya selama dua bulan. Selanjutnya, menjabat  Wakaden B Mimika Sat Brimob Polda Papua pada September 2007 dan Wakapolres Mimika.
Tahun 2010 Jeremias Rontini  mengikuti Sespim, selanjutnya bertugas di Polda Papua. Tak lama kemudian, ia dilantik sebagai Kasatgas Objek Vital Nasional di tambang emas PT. Freeport Indonesia di Mimika. Sepulang dari Mimika, Jeremias Rontini  dilantik sebagai Kapolres di Boven Digoel pada Oktober 2011.
“Saya satu-satunya Kapolres berpangkat Kompol, sehingga saya disebut-sebut Kapolres termuda diseluruh Indonesia,” katanya bangga, seraya menambahkan dirinya  lebih kaget lagi, ketika ia dipercayakan menjadi Kapolres Mimika.”
Ditanya seorang Jeremias Rontini dikenal cepat dnn tepat mengatasi konflik, Jeremias mengaku untuk menciptakan aman dan nyaman kuncinya soliditas. Soliditas menyangkut kepentingan publik.
“Kita harus lakukan dengan langkah-langkah yang solid, baik dari pemerintah, teman-teman TNI serta  elemen masyarakat, agama dan intelektual serta internal. Tanpa hal itu tak akan pernah memecahkan masalah di Papua,” tukas anak kedua  dari enam bersaudara.(*/don/l03/@dv)
RIWAYAT HIDUP
Nama                      : Jeremias Rontini
Jabatan                   : Kapolres Mimika
Tempat/ /Tgl Lahir   : 18 Agustus 1974
Agama                    : Kristen
PENDIDIKAN UMUM
SD  1987
SMP 1990
SMA 1993
S2  2011
PENDIDIKAN POLISI
Akpol  1996
PTIK 2005
Sespim 2010
PENDIDIKAN JURUSAN
Das Pa Brimob  1997
Sus  Bahasa Inggris  1997
Pelopor  1998
PANGKAT
Ipda 1996
Iptu 2000
AKP 2003
Kompol 2008
AKBP 2012
RIWAYAT  JABATAN
11-07-1997  Pama Korbrimob Polri
30-12 -1997 Danton Kie Yon B Men I
01-12-2000  Pasi Intel Yon A Men III
26-04-2001  Danki 3 Yon C Men III
17-05-2002  Pasi Ops Yon C  Men III
06-06-2005  Pama PTIK
11-04-2006  Pama Polda Papua
19-05-2006  Waka Den B Sat Brimob Polda Papua
04-07-2007  Waka  Polres Puncak Jaya
19-09-2007  Waka Den B Mimika Sat Brimob Polda Papua
08-10-2008  Waka Polres  Mimika
08-10-2010  Pamen Polda Papua
19-10-2010  Kasat II Dit Narkoba Polda Papua
31-07-2011  Kasubdit Kilas Dit Pamovit Polda Papua
19-10-2011  Kapolres Boven Digoel
24-10-2012  Kapolres Mimika
TANDA JASA
Satya Lacana Kesetiaan 8 Tahun
Satya Lacana Dharma Nusa
LAPORAN: MAKAWARU DA CUNHA/BINTANG PAPUA
Sumber: 


Selasa, 19 November 2013

Kapolri: Mulai Besok, Polwan Silakan Berjilbab



Polisi wanita (Polwan) Polresta Banda Aceh mengenakan jilbab
Polisi wanita (Polwan) Polresta Banda Aceh mengenakan jilbab


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perizinan terkait jilbab bagi polisi wanita (polwan) menemui titik terang. Setelah berbulan-bulan terkatung tanpa aturan yang tidak juga dituangkan dalam Peraturan Kapolri (Perkap), Korps Bhayangkara akhirnya memberikan keleluasaan bagi polwan untuk berhijab.

Kapolri Jenderal Sutarman, di Gedung Rupatama Mabes Polri menegaskan, berpakaian menutup aurat merupakan hak setiap manusia. Atas landasan ini, Sutarman memberikan restu kepada seluruh Polwan untuk berjilbab, tanpa perlu menunggu Perkap darinya.

"Jilbab itu hak asasi seseorang. Saya sudah sampaikan pada anggota, yang punya jilbab silakan gunakan," ujar Sutarman di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/11).

Jenderal bintang empat ini mengatakan, polwan tak perlu pusing memikirkan akan adanya teguran kepada mereka bila nekat berdinas menggunakan jilbab. Ia menekankan, bagi polwan yang hendak berjilbab dapat membeli dan memilih hijabnya sendiri untuk kemudian menggunakannya saat berdinas.

Pasalnya, untuk tahun ini Polri belum dapat mengangarkan dana untuk penyediaan jilbab. Sehingga bila sampai ada dana yang tersalurkan untuk jilbab dari anggaran yang tak seharusnya tentu akan menyalahi aturan.
"Mulai besok, polwan boleh berjilbab tapi dengan catatan model dan warna yang mereka pilih harus sama dengan jilbab yang dikenakan polwan di Polda Aceh, ya," kata Sutarman.
Seperti diketahui, polemik penggunaan jilbab belum juga menelurkan solusi. Meski Kapolri sebelumnya Jenderal Timur Pradopo mengijinkan polwan untuk berjilbab, tetapi dia belum kunjung mengeluarkan Perkap yang membuat polwan gamang.

Senin, 11 November 2013

Siapa Mau Jadi Polisi? Pemerintah Cari 20.350 Personil di 2014

http://images.detik.com/content/2013/08/16/4/pidatosby1.jpg
Jakarta -Mulai tahun depan pemerintah membuka lowongan 20.350 polisi. Tujuannya untuk meningkatkan rasio jumlah polisi dengan penduduk Indonesia yang kini masih terbatas.

"Kita juga meningkatkan rasio polisi dengan jumlah penduduk sebesar 1 berbanding 575, yang dilaksanakan antara lain dengan menambah jumlah personil Polri sebanyak 20.350 personil pada tahun 2014," kata Presiden SBY dalam acara pidato nota keuangan, di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2013

Penambahan jumlah polisi ini juga untuk peningkatan rasa aman dan ketertiban masyarakat melalui pelaksanaan reformasi Polri. Ada juga anggaran yang sediakan untuk memenuhi fasilitas, sarana dan prasarana, serta peralatan Polri, untuk meningkatkan kemampuan pengamanan di daerah hingga pelosok-pelosok.

Menurut SBY pemerintah juga akan memenuhi persentase alat utama dan alat khusus kepolisian secara bertahap, yang direncanakan mencapai 41%. Harapannya Polri dapat menjalankan tugas-tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan lebih baik.

Selain itu, SBY mengatakan secara umum dibidang pertahanan akan dialokasikan dana untuk mendukung terlaksananya modernisasi dan peningkatan alat utama sistem persenjataan (Alutsista).

"Tujuannya, agar percepatan pembangunan kekuatan dasar minimum (Minimum Essential Forces/MEF), dan pengembangan industri pertahanan nasional dapat kita capai," katanya.

Pemerintah juga berkomitmen meningkatkan kontribusi industri pertahanan nasional. Tujuannya memperluas pendayagunaan industri pertahanan nasional, dan mengutamakan pengadaan alutsista hasil produksi industri dalam negeri.

"TNI akan makin berkemampuan untuk menegakkan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI dari ancaman manapun. Generasi dan teknologi persenjataan kita juga tidak tertinggal dibandingkan negara-negara lain, termasuk negara-negara tetangga kita," katanya.
(hen/dnl)

Sabtu, 09 November 2013

Sandi-Sandi Polisi


«1» S̲a̲n̲d̲i̲ ̲A̲n̲g̲k̲a̲
1-1 = hubungi per telepon
1-4 = ingin bicara langsung
3-3 = penerimaan sangat jelek/orang gila
3-3-L = kecelakaan korban luka
3-3-M = kecelakaan + korban material
3-3-K = kecelakaan + korban meninggal
3-3-KA = kecelakaan kereta api
3-4-K = kecelakaan; korban meninggal; pelaku melarikan diri
4-4 = penerimaan kurang jelas
5-5 = penerimaan baik/sehat
8-4 = tes pesawat/penerimaannya
8-6 = dimengerti
8-7 = disampaikan
8-8 = ingin berjumpa langsung
10-2 = posisi/keberadaan
10-4 = diterima
10-4 = roger that
10-8 = menuju
1-1-2 = emergency / darurat
2-8-5 = pemerkosaan
3-0-3 = perjudian ⇦ the predator
3-0-1 = lagi kimpoi ⇦ killer in house
3-3-8 = pembunuhan
3-6-3 = pencurian
3-6-5 = perampokan
8-1-0 = pembunuhan
8-1-1 = hidup
8-1-2 = berita agar diulangi (kurang jelas)
8-1-3 = selamat bertugas
8-1-4 = laporan/pembicaraan terlalu cepat
8-1-5 = cuaca
8-1-6 = jam/waktu
8-1-9 = situasi
8-1-10 = komandan
«2» S̲a̲n̲d̲i̲ ̲H̲u̲r̲u̲f̲
Taruna = berita
Gelombang = jam/waktu
Semut = pelajar
Lalat = mahasiswa
Pangkalan = rumah/kediaman
Cangkulan = kantor/tempat kerja
Gajah = derek
Cicak = KPK / pemulung
Komando = kantor polisi
Tikar = surat
Buntut Tikus = antena pendek (HT)
Belalai Gajah = antena atas
Bandeng = mayat
Laka = kecelakaan
Jaya-65 = kebakaran
Wayang = intel/serse
Panah = polantas
Lampiran/Ambon = istri
Monik = anak
Senpi = senjata api
Sajam = senjata tajam
Curat = pencurian dengan pemberatan
Curas = pencurian dengan kekerasan
Curanmor = pencurian kendaraan bermotor
Timor-Kupang-Pati = tempat kejadian perkara
Timor-Lombok-Pati = telepon
Timor-Kupang-Ambon = terkendali aman
Halong-Timur = handy talky
Halong-Pati = handphone
Kupang-Rembang = kendaraan
Kupang-Ambon = kereta api
Wilis-Kendal = walikota
Kendal-Cepu = kecamatan
Kendal-Lombok = kelurahan
Rembang-Wilis = rukun warga
Rembang-Timur = rukun tetangga
Rembang-Rembang = reserse
Rembang-Solo = rumah sakit
Rembang-Pati = rupiah
Anak-Kijang = pencuri/tersangka
Ambon-Demak = angkatan darat
Ambon-Lombok = angkatan laut
Ambon-Ungaran = angkatan udara
Pati-Medan = polisi militer
Timor-Medan = tamu/teman
Lombok-Lombok = lalu lintas
Timor-Lombok = lampu lalu lintas (traffic light)
Bandung-Umar-Solo = bus
Medan-Medan = metro mini
Pati-Demak-Irian = jam/waktu
Solo-Timur-Medan = rumah/kediaman
Opak-Kendal-Jepara = kantor/tempat kerja
Opak-Pati-Solo = derek
Lombok-Pati = kantor polisi
Lombok-Irian = surat
Lombok-Demak = antena pendek (HT)
Bandung-Bandung = barang bukti
Bandung-Bandung-Padat = makan
Bandung-Bandung-Medan = bahan bakar minyak
Solo-Bandung = stand by
Solo-Garut = Siaga
Medan-Demak = meninggal dunia
Pati-Ambon-Medan = pengamanan
Ambon-Pati-Pati = apel
Palang-Hitam = mobil jenazah
Demak-Pati-Kendal = dinas pemadam kebakaran
«3» S̲a̲n̲d̲i̲ ̲P̲a̲n̲g̲k̲a̲t̲
Kresna = presiden
Bima = wakil presiden
Timor-Bandung-Satu = kapolri
Metro-Satu = kapolda
Timor-Satu = kapolres
Jajaran-1 = kapolsek
Jajaran-2 = wakapolsek
Jajaran-3 = serse
Jajaran-4 = sabhara
Jajaran-5 = bimas/babinkamtibmas
Jajaran-6 = lantas/lalu linta